Banner_BKP2D_2017.jpg hut.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI JADI KABUPATEN PELALAWAN KE - 19 TAHUN 2018
INOVASI EKONOMI MENUJU PELALAWAN EMAS
 
 

Kalender

Berita: Tidak Penuhi Persyaratan , Sejumlah Pelamar CPNS Pelalawan Diskualifikasi
Jumat, 28 September 2018-21:48:46WIB
Dibaca: 2 kali

Pangkalan Kerinci – Memasuki hari ketiga (20/09/18) pasca dimulainya proses pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, beberapa pelamar yang mendaftar di instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan bertumbangan karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Sebagian besar pelamar yang TMS dikarenakan tidak telitinya mereka ketika mengungah dokumen mereka sendiri. Padahal dokumen yang diminta tersebut merupakan persyaratan penting yang  telah dijelaskan cukup detail  pada pengumuman Seleksi CPNS Kabupaten Pelalawan seperti yang telah disampaikan melalui laman web SSCN maupun di website Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Pelalawan, bahkan pada saat pelamar mengakses menu di SSCN  ada runing text yang mengingatkan pelamar agar teliti ketika mengunggah file.
 
Kepala BKP2D Kabupaten Pelalawan, Drs. Edi Suriandi menyayangkan hal tersebut. “Sangat disayangkan, beberapa pelamar CPNS untuk Kabupaten Pelalawan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan berdasarkan pengumuman kemarin” tukas Edi. “Saya melihat sendiri proses verifikasi yang dilakukan oleh team yang telah kami bentuk sebagai para verifikator, bahwa pada saat kami mencoba melakukan verifikasi pertama kali kepada salah satu pelamar yang telah dipilih secara acak, pelamar pertama yang kami verifikasi tersebut tidak memenuhi syarat”, terang Edi.
 
“Melalui Website BKP2D Kabupaten Pelalawan, saya menghimbau kepada para pelamar, baik yang melamar di Kabupaten Pelalawan maupun daerah manapun di seluruh wilayah Indonesia untuk teliti ketika mengunggah atau mengupload file yang diminta melalui SSCN tersebut”, himbau Edi. “Jangan terburu-buru, teliti terlebih dahulu ketika akan menyelesaikan proses pendaftaran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan”. “Demikian pula kepada keluarga pelamar, untuk dapat mengingatkan kepada sanak keluarga yang mengikuti pendaftaran CPNS, jangan sampai teledor bahkan mencari-cari kesalahan kepada panitia yang bertugas” pangkas Kepala Badan.
Kepala Bidang Formasi dan Mutasi BKP2D Kabupaten Pelalawan, Rinto Rinaldi, ST, M.Kom, menyampaikan bahwa pelamar CPNS Pelalawan Tahun 2018 harus melengkapi persyaratan penting yang telah disampaikan. “Di dalam pengumuman CPNS Pelalawan pada item tata cara pendaftaran telah tertulis file yang harus diunggah” sebut Rinto. “Seperti harus menggunggah foto dengan latar belakang merah, KTP, Surat Lamaran, Ijazah, Transkrip Nilai, maupun dokumen pendukung, harus dipastikan telah lengkap dan sesuai ketentuan”, lanjut beliau. “Contoh surat lamaran pun telah kami unggah di website BKP2D”. “Untuk teknisnya, scan pas foto memiliki ukuran maksimal 200 Kilobyte bertipe jpeg atau jpg, demikian pula KTP, juga 200 Kb dalam format jpg juga”, jelas Rinto. “Sedangkan untuk Surat lamaran yang upload ukuran maksimal dokumen 300 Kb dengan format PDF”. “Kemudian untuk ijazah ukuran maksimalnya 700 Kb dengan tipe PDF” lanjut beliau. “Untuk Transkrip Nilai, dokumen yang diunggah maksimal 500 Kb, juga dengan tipe PDF”, tukas Rinto.
 
“Untuk Dokumen lain seperti Sertifikat Akreditasi Program Studi dari BAN-PT, Sertifikat Pendidik, Surat Tanda Register (STR) dan lain-lain dapat digabungkan pada item ijazah, jadi dokumen tersebut digabungkan dengan file pendukung lainnya dalam satu file, bukan terpisah-pisah, karena dokumen dalam bentuk PDF dapat dibuat lebih dari satu halaman pada satu file” terang Rinto. “Jangan sampai pelamar mengupload pada item ijazah berulang ulang dengan dokumen berbeda-beda, karena sistem biasanya hanya akan membaca dokumen yang diupload paling akhir” jelasnya. “Jadi, sebagai contoh, jika pelamar pada item ijazah, dia pertama kali mengupload ijazah, kemudian dia mengupload sertifikat, dilanjutnya mengupload STR, kemungkinan sistem hanya membaca dokumen STR saja. ”Melalui Website ini kami harap jumlah pelamar yang TMS berkurang, bahkan bila perlu tidak ada lagi yang TMS” tutup Rinto Rinaldi mengakhiri wawancara kami.


Berita Terkait