Banner_BKP2D_2017.jpg hut.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI JADI KABUPATEN PELALAWAN KE - 19 TAHUN 2018
INOVASI EKONOMI MENUJU PELALAWAN EMAS
 
 

Kalender

CINTAI DAN SAYANGI LAH KELUARGAMU
Selasa, 03 Oktober 2017-10:33:51WIB
Kategori: Agama - Dibaca: 288 kali

Cintai Dan Sayangilah Keluargamu

Harta yang paling berharga adalah keluarga.....

Istana yang paling indah adalah rumah dengan kehangatan keluarga.....

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga.....

Mutiara tiada tara adalah keluarga.....

Jika kita ikhlas dalam berupaya untuk kebahagiaan kehidupan keluarga, Tuhan akan memudahkan dan menunjukkan jalan.....

Bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga dan paling utama dalam hidup didunia ini. Tanpa keluarga(Bapak dan Ibu), kita semua tak mungkin ada didunia ini. Karena keluargalah, hidup kita menjadi lebih berarti dan bermakna. Kita bekerja keraspun adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebahagiaan keluarga kita sendiri.  

Tidak ada yang lebih tulus menyayangi kita selain keluarga kita sendiri. Mereka mengorbankan raga, harta, bahkan nyawa agar kita bahagia. Jangan pernah lupakan jasa-jasa mereka terutama ibu dan ayah apalagi sampai menyakitinya. Mereka telah melalui rasa lelah dan sakit karena merawat dan menyekolahkan kita hingga kita menjadi seperti ini. Tunjukkanlah sebuah prestasi kepada mereka atau paling tidak berikanlah mereka kebahagiaan walau hanya sebatas menemuinya lalu mengajaknya berbicara dengan penuh kehangatan.
Dan apabila telah berkeluarga, memiliki suami/istri dan anak. Cintailah mereka setulus hati, berilah mereka perhatian karena mereka sudah menjadi sebuah tanggung jawab. Tidak perlu menunggu kaya untuk menambah keharmonisan dalam berkeluarga. Berikanlah apa yang bisa diberikan kepada mereka, walau hanya sekedar berkumpul bersama dan melihat wajah-wajah ceria dari keluarga kita.

Keluarga merupakan sumber kebahagiaan kita. Segala hal kita lakukan untuk keluarga tercinta, segala hasil kerja keras kita adalah untuk menghidupi keluarga. Tak jarang terjadi konflik didalamnya, namun bagaimanapun keluarga adalah tempat kita kembali pulang.

Sungguh sangat beruntung dan bahagia, kalau kamu dihari ini masih mempunyai keluarga yang lengkap(ada Bapak, Ibu, kakak, adik, kakek, nenek dll). Mengapa sangat beruntung dan bahagia? Ya karena kamu dihari ini masih diberi kesempatan oleh Tuhan, untuk bisa bertemu dengan mereka semua. Kamu masih bisa berbicara, bercanda dan tertawa bersama mereka. Maka nya, manfaatkanlah waktumu bersama keluarga dengan sebaik mungkin, karena kamu tak akan pernah tau, sampai kapan mereka akan terus bersama kamu. Cintai dan sayangilah mereka semuanya, mumpung kamu masih ada waktu. 

Walaupun didalam anggota keluarga terkadang ada perselisihan dan pertengkaran, tapi itu bukanlah masalah yang besar. Sedikit perselisihan dan pertengkaran dalam keluarga adalah hal yang biasa saja, semua keluarga didunia ini pasti juga pernah mengalaminya. Yang paling penting adalah perselisihan/pertengkaran itu tak berlarut larut dan berkepanjangan. Jadikanlah masalah dalam keluarga itu sebagai "pembelajaran hidup" berharga yang akan membuat sebuah keluarga menjadi semakin harmonis dan bijak dalam menjalani kehidupan didunia ini. Jika ada anggota keluargamu yang pernah berbuat salah kepadamu, maka segeralah maafkan mereka. Dan jika kamu yang berbuat salah kepada anggota keluargamu, maka kamu juga harus segera meminta maaf kepada mereka dengan tulus.

Ingatlah, hidup kamu didunia ini hanyalah sebentar saja dan tak selamanya, oleh karena itu gunakanlah waktu hidupmu sebaik mungkin didunia ini. Cintai dan sayangilah keluargamu dengan sepenuh hati, terutama Ibu dan Bapak kamu. Do'akan mereka selalu sehat dan selamat didunia dan diakherat nanti. Bicaralah yang lembut kepada mereka berdua(Ibu dan Bapak), jangan pernah berkata kasar(marah2) kepada mereka berdua. Dan jangan pula kecewakan hati mereka berdua dengan kelakuanmu yang buruk dan memalukan. Sayangi juga kakak dan adikmu dengan sepenuh jiwa. 

Ingatlah juga, kalau hidup kamu didunia ini ingin sukses dan bahagia, maka perlakukanlah Orang Tuamu dengan sebaik-baiknya. Doakanlah mereka berdua, dan mintalah doa kepada mereka(untuk mendoakanmu), karena doa Orang Tua adalah doa yang paling indah dan tulus. Kalau kamu pernah berbuat salah kepada mereka berdua, maka segeralah kamu meminta maaf. Karena ridho kedua Orang Tua adalah kunci hidup kamu menjadi sukses dan bahagia didunia ini. Dan yang paling penting adalah sayangilah keluargamu saat ini juga, jangan ditunda-tunda. Mumpung kamu masih ada waktu, maka bahagiakanlah keluargamu sekarang juga.           

10 Hadits tentang Keluarga

  1. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku. (H.R. Tirmidzi)
  2. Satu dinar yang kau infakkan di jalan Allah, satu dinar yang kau infakkan pada hamba sahaya, satu dinar yang kau sedekahkan kepada seorang miskin, dan satu dinar yang kau infakkan kepada keluargamu. Yang paling besar pahalanya adalah yang kau infakkan kepada keluargamu. (H.R. Muslim)
  3. Dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw. bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan imam adalah pemimpin dan orang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan wanita adalah penanggung jawab atas rumah suami dan anaknya. Dan, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (H.R. Bukhari)
  4. Cukup berdosa orang yang menyia-nyiakan tanggung jawab keluarga. (H.R. Abu Dawud)
  5. Bukanlah dari golongan kami orang yang diperluas rezekinya oleh Allah, lalu kikir dalam menafkahi keluarganya. (H.R. Ad-Dailami)
  6. Dari Abu Mas’ud Badri r.a., Nabi saw. bersabda, “Apabila seorang lelaki memberikan nafkah kepada keluarganya dengan rela, yang demikian itu suatu sedekah baginya.” (H.R. Mutafaq ‘Alaih)
  7. Barang siapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaklah dia bersilaturahim (berhubungan baik dengan keluarga dekat) niscaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezekinya, ditambah umurnya, dan Allah memasukkannya ke dalam surga yang dijanjikan-Nya.” (H.R. Ar-Rabii’)
  8. Jika seorang muslim memberikan nafkah kepada keluarganya karena mencari pahala, hal itu menjadi sedekah baginya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
  9. Apa pun yang engkau berikan berupa nafkah kepada keluargamu, maka engkau diberi pahala hingga sesuai makanan yang engkau masukkan ke mulut istrimu. (H.R. Bukhari dan Muslim)
  10. Barang siapa bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, itu sama dengan berjuang di jalan Allah Azza wajalla. (H.R. Ahmad)

Sudahkah menjaga anak dan istri kita dari api neraka? “Jagalah Keluargamu dari Api Neraka!”

Sebuah pesan yang sudah sangat terkenal dan termaktub dalam kitab suci adalah perintah agar kita memelihara diri kita  dan keluarga dari api neraka. Seorang bernama Abu Bashir pernah bertanya kepada Imam Ja’far As-Shodiq (Guru Imam madzhab Maliki dan Hanafi) tentang firman Allah :

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS.at-Tahrim:6)

Dia bertanya, “Aku mampu memelihara jiwaku, tapi bagaimana aku akan menjaga keluargaku (dari api neraka)?”

Imam Ja’far menjawab,

“Perintahkan mereka sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan larang lah mereka sesuai dengan apa yang dilarang oleh-Nya. Jika mereka menaatimu maka engkau telah menjaga mereka, namun jika mereka melanggar apa yang kau katakan maka engkau telah melaksanakan kewajibanmu.”

Dengan Apa dan Bagaimana Seseorang Melindungi Diri dan Keluarganya dari Api Neraka?

1.      Bekali Keluarga dengan Ilmu

2.      Didik Mereka Menjadi Pribadi Yang Beradab

3.      Ajak Keluarga Melakukan Ketaatan

4.      Larang Keluargamu Melakukan Maksiat

5.      Bimbing Keluarga Untuk Selalu Ingat Kepada Allah dan Berdzikir Kepada-Nya

6.      Akhirnya Berpulang Pada Ilmu, Keteladanan, dan Do’a

Mencintai keluarga dengan sederhana dalam pengertian mencintai sesuai kemampuan yang kita miliki, Tidak memaksakan diri,  tidak melebih-lebihkan diri. Dalam hal menafkahi sebisa mungkin berasal dari hasil keringat sendiri. Bukan dari hasil hutang kanan kiri, apalagi korupsi dan mendzalimi sana sini. Mencoba dengan gaya hidup yang membumi, tidak di awang-awang. Berusaha menjadi diri sendiri. Kalaupun ingin berubah, itu bukan karena ingin menjadi orang lain, namun lebih sebagai upaya perbaikan agar diri kita bisa makin dekat dengan sesama dan pastinya makin dekat dengan Tuhan.

Walhasil, bersikap sederhanalah, jangan berlebih-lebihan. Karena dibalik kesederhanaan ada kemulyaan dan kebahagiaan. Kemulyaan dan kebahagiaan yang sejati, bukan imitasi.

Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan keluarga. Ini terlihat dari hadits-hadits tentang keluarga. Semoga kita bisa meneladani suri teladan dari Rasulullah, lelaki terbaik yang diturunkan Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Aamiin. (spt).

 

 


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)