Banner_BKP2D_2017.jpg hut.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI JADI KABUPATEN PELALAWAN KE - 19 TAHUN 2018
INOVASI EKONOMI MENUJU PELALAWAN EMAS
 
 

Kalender

APEL PAGI, BUKAN SEKEDAR RUTINITAS
Selasa, 03 Oktober 2017-10:31:51WIB
Kategori: Motivasi & Inspirasi - Dibaca: 299 kali

Sejak masih Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (atau setara dengannya), kita selalu melakukan rutinitas berupa Upacara maupun kegiatan Apel sebelum masuk kelas. Ketika masuk bangku kuliah, rutinitas ini hampir tidak pernah ditemui. Kalaupun ada biasanya hanya pada saat awal masuk kuliah ketika menjalani ospek, dan bagi mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan saja.

Ketika selesai kuliah bagi yang telah diterima kerja di suatu instansi baik itu instansi pemerintah maupun swasta, kembali mengalami rutinitas Apel pagi maupun sore pada hari yang telah ditetapkan, sesuai dengan ketentuan instansi tempat bekerja. Semua bekal ilmu apel maupun upacara di masa sekolah diterapkan kembali selama anda bekerja. Bahkan bagi yang diterima di instansi militer, apel pagi maupun sore bagaikan sarapan pagi yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Ada saja orang yang bertingkah kekanak-kanakan, ketika mengikuti apel pagi di tempat kerjanya. Ada yang bersikap cuek atas materi yang disampaikan oleh pembina apel. Tidak jarang beberapa peserta berpakaian tidak rapi, tidak mengenakan atribut lengkap, bahkan mengobrol tanpa mempedulikan materi apel yang disampaikan. Tidak jarang ada yang berkomentar “untuk apa apel? Seperti anak SD saja”. Berbagai sikap tersebut sangat disayangkan, padahal Apel pagi bukan hanya rutinitas belaka dan banyak hal positif yang terkadung di dalamnya.

PBB menjadi dasar Kepatuhan dan Keteraturan

Ketika mengikuti kegiatan apel, tidak terlepas dari Peraturan Baris Berbaris (PBB). Berbagai aba-aba yang diucapkan bertujuan untuk mengatur barisan serta untuk dapat diikuti sesuai dengan ketentuan pada saat apel itu dilaksanakan. Dari sikap siap, merapikan barisan, sikap hormat, sikap istirahat, hingga aba-aba bubar telah diatur sedemikian rupa selama mengikuti kegiatan apel tersebut.

Jika kita benar-benar memaknai aturan PBB tersebut dengan baik, maka anda memiliki sikap patuh dan bisa diatur. Mengapa seperti itu? Karena di dalam kegiatan PBB kita belajar bersikap patuh mengikuti aba-aba yang diucapkan oleh komandan upacara. Kita melakukan sikap siap, istirahat, dan bubar sesuai dengan instruksi. Jika kita tidak mengikuti aturan, kita akan dicap jelek dan tidak mau mendengar perintah dari atasan. Di saat semua orang bersikap siap, ternyata hanya kita yang bersikap santai serta mengobrol kesana kemari, kita akan dinilai tidak dapat mengikuti aturan dengan baik. Dengan melaksanakan PBB yang baik sesuai ketentuan, komandan akan mudah mengatur kita di dalam barisan.

Jika disaat kegiatan baris berbaris kita tidak bisa diatur oleh komandan, ketika bekerja kita mungkin akan sulit diatur oleh atasan. Hal sederhana saja sulit diikuti dengan baik, apalagi hal besar?

Disiplin dan Tepat Waktu

Menjalani apel pagi dengan baik akan menjadikan kita sebagai pribadi yang berintegritas, disiplin dan tepat waktu. Karena ketika kita akan melaksanakan apel pagi, kita harus berada di lokasi apel beberapa menit sebelum apel dilaksanakan. Jika kita datang terlalu “mepet” waktu, kita akan terburu-buru. Berlari terburu-buru memasuki areal apel akan menghilangkan

konsentrasi anda mengikuti apel tersebut, bahkan mengganggu konsentrasi peserta apel yang lain. Lebih buruknya lagu anda juga mengganggu kenyamanan pembina apel ketika menyampaikan materi di depan rekan anda.

Mengikuti apel pun bukan sekedar disiplin waktu, anda akan terlatih untuk disiplin berpakaian. Coba anda rasakan sendiri, jika pakaian anda tidak rapi, atribut tidak lengkap, tidak menggunakan alas kaki sesuai ketentuan, akan berefek tidak nyaman bagi anda sendiri bukan? Pakaian mencerminkan diri anda, jika tidak rapi dan tidak nyaman, anda sendiri pasti merasa risih. Perlahan anda akan merubah kebiasaan ini dengan rutinnya anda mengikuti apel pagi di instansi anda.

Sarana Komunikasi Atasan kepada bawahan

Dengan adanya apel pagi, atasan dapat menyampaikan informasi kepada banyak pegawai sekaligus di satu waktu. Informasi, himbauan, pengumuman, maupun instruksi  dapat didengarkan bersama dan dicerna bersama-sama. Atasan dapat menyampaikan apa yang akan dilakukan pada hari itu maupun sebagai persiapan di masa yang akan datang, sehingga dengan ini dapat menyatukan ide dan menyamakan persepsi semua pegawai pada suatu instansi.

Selain persiapan untuk hari itu maupun di masa yang akan datang, apel juga dapat menjadi sarana evaluasi atasan tentang kegiatan yang telah berlalu. Sehingga materi yang disampaikan dapat sebagai acuan semua pihak, apakah hal yang telah berlalu tersebut dapat diteruskan, atau harus segera dicari alternatif lain.

Apel Pagi pun merupakan kewajiban para Pegawai Negeri Sipil, Berdasarkan PP 53 Tahun 2010  tentang Disiplin PNS, maka apel adalah kewajiban bagi PNS karena pelaksanaan apel sebagai fungsi pengawasan/pengendalian dan sarana menyampaikan informasi.

Aparat Pemerintah yang memiliki mobilitas tinggi untuk bekerja dengan penuh kesadaran sebagai pelayan masyarakat sangat diperlukan dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kelancaran penyelenggaraan tugas-tugas pembangunan selain tergantung pada partisipasi masyarakat juga tergantung pada disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur Negara.

Sikap disiplin Pegawai selaku abdi Negara dan abdi masyarakat perlu diarahkan dan diberdayakan dengan baik sehingga Pemerintahan dapat berjalan lancar, efektif, dan efisien. Disiplin merupakan ketaatan yang dimiliki seseorang untuk melakukan nilai-nilai yang dipercaya, termasuk melakukan suatu pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Untuk meningkatkan kedisiplinan, kita harus berkomitmen terhadap segala sesuatu yang sudah kita putuskan.

Pegawai harus senantiasa melaksanakan tugas pokok serta fungsinya dengan patuh dan taat terhadap peraturan dan ketentuan, dalam hal ini disiplin kerja pegawai yang berlaku. Sebagai contoh mengenai disiplin kerja antara lain meliputi kepatuhan terhadap hari kerja, pelaksanaan apel pagi dan sore bagi PNS, kepatuhan terhadap jam kerja, dan pelaksanaan tugas dari atasan.

Apel Pagi dapat Meningkatkan Motivasi Kerja

Rutinitas apel pagi dapat membantu meningkatan kinerja pegawai agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, untuk itu perlu diperhatikan sikap dasar pegawai terhadap diri sendiri, kompetensi, pekerjaan saat ini serta gambaran mereka mengenai peluang yang bisa diraih dalam struktur organisasi yang baru. Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa perubahan struktur organisasi yang baru dapat mengakibatkan stress dan kecemasan karena menghadapi sesuatu yang sangat baru dan tentunya berbeda dari sebelumnya. Untuk itulah pada saat ini adalah waktu yang tepat bagi kita bicara tentang faktor  disiplin kerja dan motivasi kerja yang mempunyai pengaruh  apel pagi yang tinggi.  Selain hal di atas faktor motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja pegawai. Motivasi dapat menjadi pendorong seseorang melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik.

 Oleh karena itulah tidak heran jika pegawai yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi biasanya mempunyai kinerja yang tinggi pula. Untuk itu selain disiplin kerja alangkah lebih baik jika motivasi kerja pegawai perlu juga dibangkitkan dan ditingkatkan agar pegawai dapat menghasilkan kinerja yang terbaik. Dan dapat mempererat tali silatrahmi antara pegawai satu dengan pegawai lain.

Seorang pegawai yang mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi akan tetap bekerja dengan baik walaupun tanpa diawasi oleh atasan. Seorang pegawai yang disiplin tidak akan mencuri waktu kerja untuk melakukan hal-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Demikian juga pegawai yang mempunyai kedisiplinan akan mentaati peraturan yang ada dalam lingkungan kerja dengan kesadaran yang tinggi tanpa ada rasa paksaan. Pada akhirnya pegawai yang mempunyai kedisiplinan kerja yang tinggi akan mempunyai kinerja yang baik bila dibanding dengan para pegawai yang bermalas-malasan.

Menghitung Kekuatan Personil dalam menjalankan Strategi

Untuk mencapai tujuan instansi baik itu swasta maupun di pemerintahan dibutuhkan kejelian atasan atau pimpinan dalam menyusun strategi. Dengan adanya apel pagi, pimpinan dapat menghitung kekuatan masing-masing lini dalam usaha mencapai tujuan instansinya. Misalnya saja ketika mendapatkan suatu pekerjaan yang sifatnya urgent, pimpinan harus memperhatikan kesiapan anggotanya untuk menjalankan pekerjaan.

Jumlah personil dapat terpantau melalui kegiatan apel pagi tersebut. Selain jumlah personil yang lengkap akan memunculkan rasa percaya diri pada pimpinan maupun semua anggota yang hadir bahwa mereka siap menghadapi tantangan yang harus dihadapi di hari itu. Pemantapan dan kesiapan personil yang mengikuti apel dimatangkan oleh pimpinan ketika apel pagi tersebut, dan akhirnya strategi akan lebih mudah dijalankan bersama-sama. Jika pada apel tersebut, peserta yang hadir sedikit dikarenakan keperluan masing-masing maupun karena masih menjalankan tugas sehingga tidak dapat mengikuti apel pagi tersebut, pimpinan dapat menentukan strategi yang tepat sesuai dengan personil yang ada. Layaknya seorang komandan ketika menghadapi peperangan, berdasarkan jumlah peserta apel yang ada dengan mempertimbangkan kualitas masing-masing, sang komandan dapat menentukan langkah berikutnya dalam menjalankan tugas yang diemban. (nsi)

 


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)