Banner_BKP2D_HUT_Pelalawan_18.jpg Banner_BKP2D_2017.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI OTONOMI DAERAH KE-22 TAHUN 2018 
 

Kalender

Statistik User

3808929

Pengunjung hari ini : 41
Total pengunjung : 264979
Hits hari ini : 190
Total Hits : 3808929
Pengunjung Online : 3
ANJURAN BERPUASA DI BULAN MUHARAM
Rabu, 06 September 2017-16:15:47WIB
Kategori: Agama - Dibaca: 225 kali

Anjuran Berpuasa di Bulan Muharram

Bulan Muharam adalah bulan pertama dalam pehitungan bulan Hijriyah. Banyak kejadian penting yang terjadi di bulan tersebut, diantaranya:

1.      Allah menyelamatkan Bani Israil, yaitu Nabi Musa AS beserta kaumnya dari kejaran Firaun dan bala tentaranya. Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, nabi Musa AS berpuasa di hari ini. Jadi, hari Asyura adalah hari dimana laut Merah terbelah sebagai sarana penyelamat Nabi Musa dan pengikutnya dari kejaran tentara Firaun.

2.  Tanggal 10 Muharam atau pertama Allah di dalam: menciptakan alam (termasuk laut), menurunkan rahmat, dan menurunkan hujan.

3.      Allah menciptakan ‘Arsy (singgasana Allah), Lauhul Mahfudz, dan Qalam.

4.      Hari Asyura adalah hari dimana Allah menciptakan Malaikat Jibril.

5.      Nabi Adam bertaubat kepada Allah.

6.      Hari Asyura adalah hari dimana Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.

7.      Nabi Nuh diselamatkan Allah dari banjir bandang melalui perahu, setelah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.

8.    Hari Asyura adalah hari dimana Nabi Ibrahim dilahirkan, diangkat sebagai Khalilullah (kekasih Allah), serta diselamatkan Allah dari panasnya api Raja Namrud.

9.      Hari Asyura adalah hari dimana Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.

10.  Hari Asyura adalah hari dimana Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.

11.  Hari Asyura adalah hari dimana penglihatan Nabi Ya’kub dipulihkan kembali oleh Allah.

12.  Hari Asyura adalah hari dimana Nabi Ayub disembuhkan Allah dari penyakit yang dideritanya.

13.  Hari Asyura adalah hari dimana Nabi Yunus selamat dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.

14.  Kesalahan Nabi Daud diampuni oleh Allah.

15.  Hari Asyura adalah hari dimana Nabi Sulaiman diberi Allah kerajaan yang luas dan besar.

16.  Hari Asyura adalah hari dimana Nabi Isa diangkat ke langit.

 

Allah SWT menyampaikan di dalam Alquran:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan. Dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu, perangilah musyrikin semuanya. Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (QS. At-Taubah: 36)

 

Salah satu dari empat bulan haram itu adalah bulan Muharam. Hal ini terlihat jelas dari kandungan hadits sahih berikut ini:

 

 

“Di dalam satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan yang mulia. Tiga di antaranya berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. (Adapun bulan) Rajab berada di antara bulan Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 2958 dari Abu Bakar).

Pahala dan dosa yang dilakukan di bulan-bulan yang dimuliakan tersebut lebih besar dibandingkan bulan-bulan selainnya. Allah SWT berfirman, "Janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian (dengan berbuat dosa) di dalamnya (di bulan-bulan tersebut).” (QS. At-Taubah: 36)

Keutamaan Puasa di Bulan Asyura

Dari Ibnu Abbas RA berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa di hari Asyura' (10 Muharam), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat dan barangsiapa yang berpuasa di hari Asyura' (10 Muharam) maka diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barangsiapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin di hari Asyura', maka seolah-olah dia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."

Selain itu pada hadits yang lain;

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah; Muharam.” (HR. Muslim)

Selain yang disebutkan hadits di atas, puasa di bulan Asyura memiliki manfaat lain, yaitu: menghapuskan kesalahan setahun yang lalu. Hal ini jelas tertulis di dalam hadits berikut ini:

“Puasa ‘Asyura menghapus kesalahan setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)

Rasulullah ditanya tentang puasa di hari Asyura, maka beliau menjawab, "Puasa itu bisa menghapuskan (dosa-dosa kecil) di tahun kemarin." (HR. Muslim, AbuDawud, Ahmad, Baihaqi, dan Abdur Razaq)

Berpuasa di hari Asyura (10 Muharam) dan Tasu’ah (9 Muharam). Ini yang paling utama, menurut riwayat berikut ini:

Ibnu Abbas berkata, “Ketika Rasulullah berpuasa di hari Asyura dan memerintahkan para sahabat berpuasa, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari tersebut diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani," maka Rasulullah bersabda, “Maka apabila datang tahun depan insya Allah kita berpuasa juga di hari ke sembilan.” Ibnu Abbas berkata, “Tidaklah datang tahun berikutnya sampai Rasulullah wafat.”(HR. Muslim No. 1916)

Diutamakan melakukan puasa Asyura (10 Muharam) disertai dengan Tasu’a (9 Muharam) untuk membedakan umat Islam dari orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Berpuasa di hari Asyura (10 Muharam) dan tanggal 11 Muharam. Mendapatkan pahala, namun tidak sebesar yang pertama.Berpuasa hanya di hari Asyura (10 Muharam) saja. Sebagian ulama menganggap makruh, sebagian lainnya tidak menganggap makruh.

Sementara ulama berbeda pendapat. Berpuasa selama tiga hari, yaitu: tanggal 9, 10, dan 11 Muharam.  Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh  Ibnu Abbas, "Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan sehari setelahnya."

Hadits di atas diperkuat oleh pendapat Ibnu Hajar di dalam Fath al-Baari 4/246 yang mengisyaratkan keutamaan berpuasa dengan cara ini. Imam asy-Syaukani (di dalam kitab Nail al-Authar, 4/245) juga mendukung pendapat puasa selama tigahari.

Sebagian ulama yang memilih cara ini adalah dimaksudkan untuk lebih hati-hati, terutama bila ada perbedaan di dalam menentukan awal bulan Muharam.

Ibnu Qudamah di dalam kitab AlMughni, bersumber dari pendapat Imam Ahmad, memilih cara ini untuk menyikapi keraguan atau kerancuan di dalam menentukan awal bulan Muharam.

Ada yang berpendapat untuk  berpuasa dua hari, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharam atau 10 dan 11 Muharram.

Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas, "Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum atau sehari setelahnya."Hadits ini sahih secara mauquf sebagaimana disebutkan di dalam kitab AsSunan alMa'tsurah, AsySyafi'i, No. 338 dan Ibnu Jarir AthThabari di dalam kitab Tahdzibul Atsar, 1/218.

Dengan melihat sejarah dan riwayat serta dasar hukum dari puasa Muharram maka dapat diketahui bahwa tidak ada kejelasan perintah puasa pada tanggal 1 Muharram akan tetapi umat islam tidak dilarang melakukan puasa pada tanggal tersebut karena melaksanakan puasa dalam bulan Muharram dapat dilakukan pada tanggal yang mana saja meskipun diutamakan puasa Muharram dilakukan pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram saja. Puasa yang dilakukan Berpuasa di hari Asyura (10 Muharam) dan Tasu’ah (9 Muharam). Ini yang paling utama, menurut riwayat berikut ini:

Ibnu Abbas berkata, “Ketika Rasulullah berpuasa di hari Asyura dan memerintahkan para sahabat berpuasa, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari tersebut diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani," maka Rasulullah bersabda, “Maka apabila datang tahun depan insya Allah kita berpuasa juga di hari ke sembilan.” Ibnu Abbas berkata, “Tidaklah datang tahun berikutnya sampai Rasulullah wafat.”(HR. Muslim No. 1916)

Diutamakan melakukan puasa Asyura (10 Muharam) disertai dengan Tasu’a (9 Muharam) untuk membedakan umat Islam dari orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Berpuasa di hari Asyura (10 Muharam) dan tanggal 11 Muharam. Mendapatkan pahala, namun tidak sebesar yang pertama.Berpuasa hanya di hari Asyura (10 Muharam) saja. Sebagian ulama menganggap makruh, sebagian lainnya tidak menganggap makruh.

Sementara ulama berbeda pendapat. Berpuasa selama tiga hari, yaitu: tanggal 9, 10, dan 11 Muharam.  Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh  Ibnu Abbas, "Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan sehari setelahnya."

Dengan melihat sejarah dan riwayat serta dasar hukum dari puasa Muharram maka dapat diketahui bahwa tidak ada kejelasan perintah puasa pada tanggal 1 Muharram akan tetapi umat islam tidak dilarang melakukan puasa pada tanggal tersebut karena melaksanakan puasa dalam bulan Muharram dapat dilakukan pada tanggal yang mana saja meskipun diutamakan puasa Muharram dilakukan pada tanggal 9, 10 dan 11 Muharram saja. Puasa yang dilakukan seharusnya hanya dilakukan atas nama Allah dan ditujukan untuk beribadah saja dan bukan untuk tujuan lainnya apalagi untuk tujuan menyekutukan Allah atau perbuatan syirik.(ade)


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)