Banner_BKP2D_2017.jpg hut.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN TURUT BERDUKA CITA
ATAS BERPULANGNYA KERAHMATULLAH
SDR. MUSWAR,
PEJABAT LURAH KELURAHAN SEIKIJANG KECAMATAN BANDAR SEIKIJANG,
SEMOGA AMAL IBADAH BELIAU DITERIMA DI SISI ALLAH SWT,
AAMIIN YAA RABBAL 'AALAMIIN....
 
 

Kalender

SEJARAH, SENI DAN BUDAYA, SEBAGAI REFLEKSI JATI DIRI
Selasa, 01 Agustus 2017-10:17:24WIB
Kategori: Pengetahuan - Dibaca: 164 kali

Sejarah, Seni dan Budaya, sebagai Refleksi Jati Diri

“Jasmerah”, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Penulis yakin sebagian besar dari pembaca pernah mendengarkan istilah tersebut.

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat "Jasmerah" adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.

Menurut A. H. Nasution, Jasmerah adalah judul yang diberikan oleh Kesatuan Aksi terhadap pidato Presiden, bukan judul yang diberikan Bung Karno. Presiden memberi judul pidato itu dengan Karno mempertahankan garis politiknya yang berlaku "Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah". Dalam pidato itu Presiden menyebutkan antara lain bahwa kita menghadapi tahun yang gawat, perang saudara, dan seterusnya. Disebutkan pula bahwa MPRS belumlah berposisi sebagai MPR menurut UUD 1945. Posisi MPRS sebenarnya nanti setelah MPR hasil pemilu terbentuk.

Melalui tulisan ini, penulis bukan mengarahkan pembaca ke kisah sejarah pergerakan kemerdekaan, atau tentang perjuangan para pahlawan nasional. Melainkan ingin membuka mata para pembaca mengenai pentingnya bagi kita semua untuk memahami sejarah dari sisi pengetahuan umum dan pengetahuan khusus dari suku budaya kita masing-masing dari kita.

Korelasi Sejarah, Seni dan Budaya

Mencintai keanekaragaman seni dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara Indonesia. Keanekaragaman ini merupakan suatu kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak dicuri atau ditiru oleh bangsa lain. Melestarikan kebudayaan bangsa tidak dapat di batasi oleh usia maupun golongan manapun.

Pelestarian budaya sangatlah penting khususnya budaya lokal dengan tetap melestarikan nilai-nilai yang sudah tertanam pada masyarakat sejak lama. dengan pelestarian  budaya menjadikannya tetap ada ditengahi era zaman modern sekarang ini dan tidak luntur nilai-nilainya oleh perkembangan zaman. 

Sejarah suatu suku bangsa memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap seni maupun budaya setempat. Sejarah mempengaruhi aspek tersebut karena sudah barang tentu sebuah karya seni dan kebudayaan bercermin terhadap banyak hal yang pernah tejadi di masa lalu. Dari sejarah bisa menginspirasi karya seni seperti tarian, nyanyian, keterampilan dan lain-lain, yang kemudian diturunkan ke generasi penerus hingga selalu turun temurun ke generasi berikutnya. Karya tersebut yang akhirnya menjadi kebudayaan karena terpelihara dan dilestarikan para penggiatnya.

Secara umum sejarah memiliki definisi sebagai ilmu yang mempelajari kehidupan manusia yang terjadi di masa lampau. Berbagai proses yang panjang dilalui oleh sejarawan untuk menghimpun dan mengambil kesimpulan dari berbagai data historis sebelum terbit menjadi buku sejarah yang bisa kita nikmati sekarang. Dengan membaca sejarah, kita dapat mengetahui bagaimana kehidupan para pendahulu kita, sesuatu yang rasanya mustahil untuk dapat diketahui secara terperinci pada saat ini. Meski demikian, rasanya sangat egois apabila cukup merasa tahu tanpa memahami lebih dalam makna dari setiap tulisan sejarah yang kita baca. Dari sini kita perlu sekali lagi untuk mengingat bahwasanya setiap ilmu diciptakan untuk memberi dampak yang nyata bagi kehidupan manusia, dan ilmu yang dimaksud tanpa terkecuali adalah sejarah.

Karena dinilai penting itulah, sejarah menjadi salah satu mata pelajaran pokok yang kita peroleh dari tingkat dasar hingga menengah ke atas di negeri ini. Di sisi lain, ketika ditanya apa materi dan hasil pembelajaran sejarah di kelas, tentu yang paling kita ingat hanyalah hapalan demi hapalan. Padahal sejarah bukan hanya dihapal, melainkan diresapi dan dipahami makna yang terkandung di dalamnya. Padahal mempelajari sejarah itu sesederhana mengetahui hal yang berkaitan dengan diri kita pribadi. Hal ini tidak lain karena sejarah merupakan sebuah petunjuk identitas.

Sejarah, Seni dan Budaya jangan “Hanya Tinggal Sejarah”

Beberapa suku di Indonesia telah menggali dan mempertahankan pengetahuan mereka terkait sejarah, kesenian dan kebudayaan pada suku mereka. Generasi muda saat ini jika ditanya pengetahuan mereka tentang sejarah, seni dan budaya, sangat banyak dari mereka bersikap acuh tak acuh. Ada yang mengetahui hal tersebut, tapi masih terbatas kulitnya saja, tidak tahu mendetail apa, kenapa, siapa, bagaimana, dan untuk apa hal tersebut terbentuk dan menjadi sesuatu yang perlu kita pahami dan dipertahankan. 

Kita menggembar-gemborkan bahwa kita memiliki banyak keunikan serta berbagai kelebihan dibandingkan berbagai bangsa lain di dunia ini. Akan tetapi ketika ditanya banyak yang tidak mengerti dan langsung menggelengkan kepala karena tidak tahu. Turis manca negara yang berkunjung ke negeri ini saja sangat menaruh minat tentang sejarah, kesenian dan kebudayaan kita. Setiap kali melihat sesuatu produk seni dan budaya kita yang tidak pernah lihat atau dengar, pasti mereka sangat antusias ingin tahu tentang hal tersebut. Bangsa lain saja menaruh perhatian terhadap sejarah, seni dan budaya kita, tapi mengapa kita tidak?

Banyak situs sejarah di Indonesia yang kental dengan kayanya nilai seni yang luar biasa, tapi sudah banyak yang terbengkalai bahkan dirusak tangan-tangan jahil. Memperhatikan saja tidak mau, apalagi menjaganya?

Ada yang ingin berniat memperbaiki suatu situs bersejarah, tapi langkah yang dilakukan salah. Contohnya melakukan pemugaran, tapi wujudnya diubah ke bentuk modern tanpa menyisakan sedikitpun ciri khas sebenarnya. Bagi penulis, ini bukan pemugaran situs sejarah, tapi seperti melakukan renovasi bangunan biasa yang tidak ada hal yang terkandung di dalamnya. Padahal situs bersejarah sarat dengan karya seni yang tidak ternilai harganya di zaman sekarang.

Dewasa ini para generasi muda hanya sibuk dengan hal yang bersifat modern maupun hal baru saja dari negeri luar. Mereka sibuk dengan gadget dan eksistensi di dunia maya, tanpa menyadari di dunia nyata sekitar mereka ada hal yang jauh lebih bernilai dari hal tersebut.

Seni tari, seni suara, seni ukir, seni lukis, seni musik tradisional, maupun berbagai jenis seni di bangsa kita sering menjadi perhatian dari bangsa asing. Tidak jarang ada negara lain yang melakukan klaim bahwa itu merupakan bagian dari khasanah budaya mereka. Jika sudah mulai klaim atau diakui bangsa lain, kenapa baru pada saat itu kita ribut? Sedangkan sebelumnya kita bersifat cuek akan hal tersebut.

Kadang kita memandang negara dari satu sisi atau membandingkan kemajuan satu negara dengan negara lain, seakan-akan negara yang ia dambakan adalah segalanya. Padahal jika kita telusuri, begitu banyak kelebihan satu negara yang tidak dimiliki oleh negara lainnya. Sebagai contoh budaya, bahasa dan suku adalah kelebihan sekaligus faktor pendukung suatu negara. Ia merupakan cikal bakal bangkitnya negara, bahkan maju tidaknya suatu negara sangat tergantung pada tiga faktor di atas. Hingga dapat dipelihara, dijaga serta dilestarikan dengan sebaik-baiknya.

Kebudayaan sebuah bangsa tidak pernah statis. Ia senantiasa dinamis dan mampu beradaptasi secara dialektis dan kreatif dengan dinamika masyarakat. Adakalanya ia mempengaruhi atau malah sebaliknya, dipengaruhi oleh masyarakatnya.

Kebudayaan mengalir dalam setiap gerakan, saling pengaruh tanpa akhir dalam denyut nadi kehidupan. Terkadang arusnya kecil, terkadang besar. Bahkan ia bisa menjadi gelombang besar yang mempengaruhi kesadaran dan laku kita. Kalau kini orang berbicara tentang krisis masyarakat yang mendalam, bukankah ia juga berbicara tentang krisis budaya, krisis nilai, dan krisis kehidupan itu sendiri?

Betapa pentingnya kita menghormati dan menjaga budaya yang sudah ada, karena kebudayaan mempunyai hubungan erat dengan masyarakat dalam suatu bangsa.  Ahli antropologi dari alam Nusantara, Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi pun memegang kebudayaan sebagai alat penghasil karya seni, rasa dan pencipta di dalam tatanan masyarakat. Budaya sangat penting bagi suatu bangsa, di mana budaya bisa menjadi andalan dan ciri khas dalam tatanan berbangsa dan bernegara.Tidak ada alasan bagi kita untuk memandang rendah bangsa/suku lain yang terbelakang. Dan jelas tidak ada alasan juga bagi kita untuk memandang rendah diri kita sendiri.

Perbedaan yang muncul bukan disebabkan oleh superioritas/inferioritas pada tingkatan individu, tetapi lebih jauh hal tersebut berhubungan dengan kondisi geografis yang harus dihadapi para nenek moyang kita.

Manfaat Melestarikan Sejarah, Seni dan Budaya

Penulis bersyukur, di Kabupaten Pelalawan banyak anak muda yang memiliki antusiasme terhadap kesenian dan kebudayaan.  Negeri ini masih banyak anak-anak muda yang berminat mempelajari kesenian dan mengikuti berbagai perlombaan seni dan budaya yang diadakan Pemerintah Daerah maupun pihak swasta yang ingin terus melestarikan seni budaya di negeri ini. Setiap ada perlombaan seni, banyak remaja putra dan puteri yang berpartisipasi di dalamnya. Tidak jarang sanggar seni di Kabupaten Pelalawan turut andil dalam ajang nasional maupun internasional.

Semangat para anak muda ini sangat perlu dipupuk dan dibina bersama-sama. Lihatlah di beberapa kota besar, anak mudanya tidak begitu berminat mengikuti event budaya dari hatinya sendiri. Tapi jangan hanya karena ingin mengikuti event saja baru rajin berlatih. Selain itu perlu juga ditumbuhkan minat dan rasa ingin tahu mereka terhadap sejarah maupun kesenian lain yang bisa digali, dipelajari dan dipahami oleh mereka.

Mempelajari sejarah memiliki beberapa manfaat diantaranya:

1.               Belajar sejarah dapat mengetahui kejadian dimasa lampau

Dengan belajar sejarah dapat memberikan manfaat kepada anda sendiri tentang apa yang terjadi dimasa lampau. Kejadian-kejadian yang terjadi dimasa lampau tersebut dapat memberikan pengalaman dalam menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan

2.               Belajar sejarah dapat dijadikan sebagi gambaran dan pedoman bagi suatu bangsa

Setiap bangsa memiliki sejarah masing-masing, meskipun ada juga bangsa yang tidak memiliki peninggalan-peninggalan di kejadian masa lampau. Tanpa adanya sejarah, masyarakat maupun bangsa tidak akan jadi seperti sekarang ini.

3.               Belajar sejarah dapat membuat bangkit dari keterpurukan

Sejarah tidak hanya dijadikan sebagai pembelajaran, tetapi juga sebagai inspirasi untuk membuat bangkit dari keterpurukan.

Sedangkan melestarikan seni budaya memiliki berbagai bermanfaat di antaranya:

1.               Melestarikan seni dan budaya bermanfaat memperkaya kebudayaan nasional

2.          Dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan manca negara karena mereka tertarik untuk mempelajari sekaligus menikmati sebagai studi, sosiologi, seni, dan budaya daerah.

3.              Seni budaya merupakan produk kreatif manusia sehingga dapat menambah daftar referensi untuk mengembangkan seni dan budaya baru yang lebih unik dan kreatif.

4.               Menjaga agar kebudayaan daerah Indonesia tidak punah.

Betapa pentingnya mempelajari dan memahami sejarah, seni serta kebudayaan. Dengan mempelajari dan memahami hal tersebut kita dapat memahami sejarah atau peristiwa yang berlangsung di masa lalu terutama yang berkaitan dengan kehidupan dan aktivitas dimana kita berada dan juga memperkaya khazanah seni dan kebudayaan di negeri sendiri. (ade)

 


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)