Banner_BKP2D_2017.jpg Selamat_Hari_Raya1440h.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Mengejar Kebahagiaan di bulan Ramdhan yang Sederhana
Rabu, 07 Juni 2017-11:04:38WIB
Kategori: Agama - Dibaca: 372 kali

Foto Artikel

Mengejar Kebahagian Di Bulan Ramadhan Yang Sederhana

Setiap orang pasti menginginkan hidup bahagia, dan Letak Kebahagiaan itu Bukan Pada Kemewahan Dunia. Namun banyak orang yang menempuh jalan yang salah dan keliru. Sebagian menyangka bahwa kebahagiaan adalah dengan Kemewahan kemewahan dunia semata. Padahal kebahagian yang hakiki adalah kebahagian yang masih dapat mengerjakan amal saleh dan amal-amal kebaikan lainnya. Tidak bisa menyangkal fakta bahwa ramadhan memang bulan penuh keberkahan. Ramadhan sudah ditakdirkan Allah menjadi satu fase bagi umat Rasulullah SAW untuk melepaskan diri sejenak dari rutinitas duniawi, untuk kemudian memaksimalkan waktunya bagi kepuasan rohani. Bermacam manfaat, pahala, berkah, bahkan hingga rezeki terbaik adalah janji Allah yang nyata bagi siapapun yang mampu menjalankan ketaatan maksimal selama bulan ramadhan.

‘’Nyatanya memang manusia adalah makhluk yang mencintai materi’’ (QS Ali Imran: 14).

Namun ramadhan menjadi satu momen yang diberikan Allah pada makhluknya untuk menyingkir sejenak dari kepuasan materi. Sebagai gantinya, Allah memberikan bonus obral pahala dan keberkahan setinggi langit. Ramadhan menjelang, materi dikurangi intensitasnya, rohani dipupuk keikhlasannya dan ketaatannya. Segala macam kebaikan dan ibadah akan digandakan berpuluh kali lipat ganjarannya bagi siapapun yang mau berlomba dalam kebaikan dan amalan.

Namun, ada satu amalan yang memiliki posisi beda, dan menjadi bonus terhebat ramadhan, yaitu: shaum. Dalam satu perkataan, Rasulullah pernah menyatakan bahwa :

“Setiap amalan manusia adalah baginya kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Aku akan langsung membalasnya.”

Begitu tingginya amalan puasa ramadhan di mata Allah merupakan bonus terbaik. Hitung-hitungan matematis ganjaran Allah bagi orang yang berpuasa adalah bonus terbesar. Tak ada yang tahu berapa ganjaran puasa ramadhannya. Hanya Allah yang melakukan perhitungan. Puasa menjadi bonus pertama sekaligus terbaik. Puasa memberikan kesempatan manusia untuk bisa seimbang (tawazun) dalam mengejar material dan rohani.

 

Selain bonus puasa, Rasulullah SAW pun pernah mengabarkan berita baik bahwa Allah telah memberikan banyak bonus-bonus tak terkira yang terselip dalam berbagai aktivitas selama ramadhan. Rasulullah SAW bersabda :

 

 “Umatku diberi lima keistimewaan pada bulan ramadhan yang tidak pernah diberikan kepada umat sebelum mereka, yaitu: Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah ketimbang bau minyak Kasturi sekalipun, setiap harinya malaikat akan berdoa dan memintakan ampunan bagi siapapun mereka yang berpuasa hingga masuk waktu berbuka, Allah pun telah menghiasi surga bagi mereka, dilepaskannya beban-beban dan kesulitan hidup karena setan-setan sedang dibelenggu, dan orang-orang yang berpuasa akan diampuni dosa-dosa mereka di malam terakhir bulan ramadhan’’ (HR Ahmad, Al Bazzar, Al Baihaqi).

 

Orang yang berpuasa ramadhan pun diberikan bonus lain yaitu dua kebahagiaan yang nyata terasa.

Pertama adalah kebahagiaan menunggu senja dan kemudian membatalkan puasanya ketika masuk adzan maghrib.

Sedangkan kebahagiaan kedua adalah kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah di akhirat kelak. Bahkan Allah Sang maha pemiliki kebahagiaan telah menyiapkan pintu surga terbaik sebagai bonus bagi orang yang berpuasa, yaitu pintu ar-rayyan.

Amalan yang Berlipat Pahalanya di Bulan Ramadhan

Ada beberapa dalil yang menunjukkan pahala yang berlipat pada sebagian amal dan sebagian waktu di bulan Ramadhan.

1- Amalan puasa

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 271)

2- Amalan di malam Lailatul Qadar

Lailatul qadar akan dilipatgandakan pahala sebagaimana disebutkan dalam ayat,

 Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). Maksudnya adalah ibadah di malam Lailatul Qadar lebih baik dari ibadah di seribu bulan lamanya.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menyatakan, “Amalan yang dilakukan di malam Lailatul Qadar lebih baik daripada amalan yang dilakukan di seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. Itulah yang membuat akal dan pikiran menjadi tercengang. Sungguh menakjubkan, Allah memberi karunia pada umat yang lemah bisa beribadah dengan nilai seperti itu. Amalan di malam tersebut sama dan melebihi ibadah pada seribu bulan. Lihatlah, umur manusia seakan-akan dibuat begitu lama hingga delapan puluh tahunan.” (Tafsir As-Sa’di, hlm. 977)

3 - Umrah di bulan Ramadhan

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,

 “Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”

Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

 Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,

 Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1863)

Al-Qari dalam Mirqah Al-Mafatih (8: 442) berkata, “Maksud senilai dengan haji adalah sama dan semisal dalam pahala.” Akan tetapi yang sebenarnya terjadi pahala haji lebih berlipat-lipat daripada pahala umrah. Karena haji adalah salah satu rukun Islam.

Semoga kita masih dapat mengerjakan amal-amal ibadah yang lain yang bisa mengantarkan kita kepada kebahagiaan yang hakiki. segala amalan, keberkahan dan bonus ajaib dari Allah telah tuntas kita rasakan sebagai ganjaran ketaatan dan keikhlasan kita dalam beribadah kepada-Nya dan dijadikannya diri kita mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa. Amin...(spt)

 


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)