Banner_BKP2D_2017.jpg Selamat_Hari_Raya1440h.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Amalan yang dianjurkan dalam bulan Ramadhan
Selasa, 06 Juni 2017-15:08:32WIB
Kategori: Agama - Dibaca: 359 kali

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

Surat Al-Baqarah di atas selalu dilantunkan dan disampaikan para ustadz/kiai/alim/ulama ketika memasuki maupun tengah berada di Bulan Ramadhan. Ayat tersebut menjelaskan bahwa berpuasa di Bulan Ramadhan sifatnya wajib untuk dikerjakan oleh para mukminin dan mukminat di seluruh belahan dunia, agar selaku umat yang beriman selalu bertakwa kepada Allah SWT.

Datangnya bulan suci Ramadhan menjadi sebuah berkah tak terhingga, karena padanya kebaikan bernilai lebih serta berlipat ganda, dan terdapat padanya amalan-amalan yang tidak terdapat pada bulan lainnya. Maka sungguh merugilah bagi yang berada di bulan Ramadhan tidak memanfaatkan momen ini untuk  berlomba-lomba mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, dan sungguh beruntung bagi umat muslim yang mau menjalankan sunah-sunah demi mengharap ridha Allah SWT.

Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita semua, selain Shalat Fardhu 5 kali sehari semalam serta berpuasa di Bulan Suci Ramadhan yang kedua hal tersebut merupakan amalan wajib kita selaku umat Muslim, ada beberapa ibadah Sunnah yang sayang untuk dilewatkan selama di bulan Ramadhan tersebut.

Berikut amalan-amalan  yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, untuk dapat kita pedomani dan dijalankan sebagai berikut.

1. Shalat  Sunat Tarawih

Shalat Sunat Tarawih memiliki keutamaan lebih daripada di selain bulan Ramadhan. Maka hendaklah kita berlomba-lomba untuk melakukannya. Suasana Ramadhan dan balasan pahala yang besar memberikan kepada kita semangat yang lebih untuk melaksanakannya.

Diantara pahala yang besar dari shalat Tarawih adalah diampuni dosa yang telah lalu,  semoga kita menjadi bagian darinya, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

2. Tadarus Al-Quran dan Mengkhatamkannya

Di bulan Ramadhan tentu saja sangat kental berhubungan dengan Al-Quran, pasalnya pada bulan Ramadhan, Al Qur’an diturunkan. Allah SWT berfirman,

Bulan Ramadhan, bulan yang diturunkan di dalamnya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah : 185)

Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Pada bulan Ramadhan, Jibril ‘alahis salam menemui Rasulullah SAW untuk bersama membaca dan mengulangi bacaan Al Qur’an.  Oleh sebab itu aktifitas mengaji, tadarusan, sekaligus mengkaji isi dari bacaan Al-Quran termasuk amalan yang sangat baik  dan termasuk salah satu aktifitas utama yang di lakukan oleh Nabi SAW dan generasi terbaik.

Di bulan Ramadhan, dan para Shahabat berlomba-lomba mengkhatamkan Al Qur’an, baik dalam bacaan shalat ataupun bacaan di luar shalat. Bukan hanya berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al Qur’an, sebaiknya kita juga  bisa mengambil petunjuk darinya, maka kita harus memahami arti dan maknanya. Membaca Al Qur’an adalah amalan yang luar besar nilainya. Dengan mamahami kemudian mengambil petunjuk hidup darinya, itulah tujuan Al Qur’an diturunkan.

 

3. Sedekah

Ibadah sedekah merupakan salah satu amal ibadah yang dianjurkan dan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. apalagi bersedekah di bulan suci Ramadhan  insyaAllah akan mendapat berkah yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas ra,

 “Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawaan beliau akan bertambah pada bulan Ramadhan ketika bertemu dengan Jibril. Beliau bertemu dengan Jibril setiap malam Ramadhan untuk mempelajari Al-Qur’an, dan  Rasulullah SAW lebih dermawan dari hembusan angin (yakni sangat mudah mengeluarkan sedekah).” (HR. Bukhari)

Bersedekah di bulan Ramadhan dapat kita  kita lakukan sebagaimana biasanya, dan tentunya akan  semakin bermakna dan kita akan mendapatkan nilai lebih jika sedekah itu dilakukan dengan memberi makanan berbuka, karena kita mendapatkan pahala sedekah dan pahala memberi makan orang berbuka puasa. Sebagaimana hadits berikut

Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (H.R. Nasa’i dan Tirmidzi)

4. Bersahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa

Ada saja orang menganggap sepele melakukan sahur ini, sering ditinggalkan karena merasa ngantuk walau sempat terbangun. Padahal selain sebagai asupan energi selama berpuasa, Rasulullah menyampaikan bahwa ada berkah di dalam sahur tersebut sebagaimana hadits berikut:

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedangkan pada saat berbuka, ada saja yang tidak menyegerakan berbuka. Padahal telah disampaikan apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :

 “Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

5. I'tikaf

Beri’ktikaf merupakan salah satu amalan yang selalu dilakukan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Seorang yang beri’tikaf menyibukkan dirinya hanya dengan  ibadah, berdzikir, membaca Al Qur’an, memperbanyak shalat, dan amalan-amalan ibadah yang lainnya. Ia meninggalkan pekerjaan yang melalaikan dan amalan yang sia-sia sehingga waktu ia beri’tikaf  benar-benar menjadi waktu yang ia khususkan untuk mendekat dirinya kepada Allah Ta’ala.

Sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Hurairah .ra, “Rasulullah SAWberi’tikaf selama sepuluh hari setiap bulan Ramadhan, dan beri’tikaf selama dua puluh hari pada tahun beliau wafat”. (HR. Bukhari)

 

6. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Di dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang sangat spesial dan istimewa. Yaitu lailatul qadar yang mana sering di sebut dengan malam seribu bulan. Karena malam itu keberkahannya bernilai sebanyak malam selama seribu bulan. Sebagaimana dalam  Firman Allah SWT:

Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al Qadr : 3).

Rasulullah SAWsangat  menjaga untuk bisa meraih malam lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah. ra, Nabi SAW bersabda;

Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Rasulullah SAW menghidupkan malam lailatul qadar dan menganjurkan umatnya untuk menghidupkannya. Oleh karena itu, mari kita menghidupkan malam laitul qadar dengan memperbanyak amalan-amalan ibadah  kepada Allah SWT. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

 

7. Menjalankan Ibadah Umrah di bulan Ramadhan

Mengingat amal ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan akan diganjar pahala berlipat ganda, maka menjalankan ibadah Umrah di bulan ini mendapat ganjaran yang luar biasa. Jika diberi kemurahan rezeki dari Allah SAW, alangkah baiknya untuk dapat menjalankannya

“Rasulullah SAW. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

8. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir yang wajib dilakukan oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Zakat Fitrah bertujuan  untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan serta untuk membantu fakir miskin.

Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah  )

Zakat fitrah di penghujung Ramadhan, itu juga adalah sebab mendapatkan ampunan Allah. Karena zakat fitrah akan menutupi kesalahan berupa kata-kata kotor dan sia-sia.

Demikian sejumlah Amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan suci Ramadhan, semoga bermanfaat di Ramadhan tahun ini hingga tahun-tahun yang akan datang. (nsi)

 


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)