Banner_BKP2D_2017.jpg Selamat_Hari_Raya1440h.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Selalu Berpikir Positif Terhadap Orang Lain
Rabu, 12 April 2017-08:52:29WIB
Kategori: Motivasi & Inspirasi - Dibaca: 288 kali

Berpikir adalah sesuatu yang terjadi secara alami di dalam setiap individu, tetapi terdapat berbagai cara untuk memperdalam kemampuan berpikir Anda. Membutuhkan waktu dan latihan untuk menjadi seorang pemikir yang lebih baik, tetapi ini adalah sebuah proses yang dapat Anda asah sepanjang hidup Anda. Menjadi seorang pemikir yang lebih baik dan menjaga pikiran Anda agar tetap tajam dapat membantu kesehatan mental dan fisik Anda dalam jangka panjang, sedangkan Sikap positif artinya perilaku baik yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma kehidupan yang berlaku dalam masyarakat.

Jadi,Berpikir positif adalah berpikir, menduga, dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau tentang seseorang. Anda tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Anda tidak menggunjingkan desas-desus yang buruk tentang orang lain. Anda tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Anda pun tak akan berprasangka buruk bahkan terhadap diri anda sendiri. Anda akan selalu merasa sehat, anda akan selalu yakin bahwa anda akan sukses, anda yakin anda akan disukai banyak orang.

Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh popularitas dengan cepat.

Kita sering mendengar orang berkata: “Berpikirlah positif!”, yang ditujukan bagi orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut, atau menganggapnya tidak berguna dan efektif. Berapa jumlah orang yang anda kenal, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif?Ada hal nya seperti pepatah mengatakan “ rambut kepala sama hitam tapi pikiran berbeda beda”.

Orang-orang yang berpikir negatif adalah mereka yang merasa tidak punya pilihan dan tidak tahu mau kemana. Mereka merasa terhenti di situ. Jadi, setiap ada kondisi buruk menimpa anda, segeralah cari pengalaman baru yang bisa menimbulkan pikiran dan perasaan positif.
Tak ada yang salah dengan orang yang mencintai pekerjaannya. Mencintai pekerjaan justru akan membuat kerja anda menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Namun jangan sampai pekerjaan merenggut semua sisi kehidupan anda. Berikan waktu dengan kegiatan lain seperti melakukan hobby, berkumpul dengan keluarga atau teman-teman, atau kegiatan lain di luar pekerjaan.

Penelitian sudah membuktikan bahwa seseorang yang memiliki kehidupan yang seimbang antara karier dan keluarga atau hobby, akan lebih memiliki pikiran yang positif karena saat satu sisi kehidupan mereka tidak berjalan dengan baik, ia bisa menemukan keseimbangan lainnya, rasa percaya diri, harga diri, dan kesenangan dari sisi kehidupannya yang lain.

Jangan biarkan urusan pekerjaan menguasai hidup kita. Akan sangat menyedihkan jika di setiap saat dan setiap waktu, pikiran kita selalu tertuju pada pekerjaan. Jadi, setiap ada hal negatif di tempat kerja atau dimana pun, timbulkan perasaan positif tersebut agar anda tidak menjadi orang yang mudah putus asa.

Sebuah hadist Qudsi menjelaskan tentang konsep dasar berpikir positif.

 Sesungguhnya Allah berkata: “Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku” (HR.Muslim)

“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu” (QS.Adh Dhuha: 3)

Para mufassir sepakat bahwa latar belakang turunnya surat ini adalah keterlambatan turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW Keadaan ini dirasakan berat oleh Rasul, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh Tuhan nya dan dibenci-Nya.

Ayat ini memberikan taujih (arahan) kepada Rasulullah SAW agar tetap berpikir positif kepada Allah SWT, dan tidak menduga-duga hal negatif atau hal buruk seperti yang ada di pikiran orang-orang munafik dan musyrik.

Nilai-nilai Dasar Berpikir Positif

Pendidikan formal dan informal memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Melalui pendidikan, seseorang dapat menumbuhkan benih-benih positif yang ada di dalam dirinya. Pendidikan juga memberi etika dan bekal moralitas kepada seseorang. Keduanya menjadi medium dan pendidikan merupakan faktor utama bagi kehidupan pribadi dan sosial. Namun demikian terdapat nilai-nilai dasar yang diperlukan untuk menguatkan berpikir positif di dalam diri anda.

1.      Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Anda harus menghargai seluruh hasil ciptaan Tuhan, termasuk di dalamnya menghargai orang lain dan menghargai diri sendiri, serta bersyukur atas segala yang telah anda peroleh dari-Nya.

 2.     Bersahabat dan menyingkirkan permusuhan.

Anda perlu melakukan segala hal secara damai dan tidak menggunakan cara-cara kekerasan. Dukunglah orang lain dan jangan menjatuhkannya. Bersemangatlah untuk mencari persamaan dan bukan mencari perbedaan.

 

3.      Optimis memandang ke depan.

Anda harus berani menghadapi realitas dan berani menatap dunia sekeliling serta diri anda sendiri, memahami dan menghayati dengan konkret segala sesuatu seperti apa adanya.

 4.     Bersedia untuk selalu saling membantu.

Anda jangan segan untuk dimintai tolong oleh orang lain. Jangan segan pula untuk meminta tolong kepada orang lain. Nilai ini sangat diperlukan karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang secara harfiah dalam hidupnya saling memerlukan bantuan dan isi mengisi, karena tidak ada seorang pun yang sempurna.

 5.      Gigih, rajin, dan pantang menyerah.

Orang yang gigih, rajin, dan pantang menyerah adalah orang yang memiliki daya imajinasi serta kreativitas yang tinggi.

 

 

Ciri-ciri Orang Yang Berpikir Positif

Berpikir positif bukan berarti tidak berhati-hati, keduanya bisa berjalan dalam waktu yang bersamaan tanpa melibatkan satu sama lain.

1.         Melihat masalah sebagai tantangan.

2.         Menikmati hidup.

3.         Terbuka pada saran dan ide.

4.         Buang pikiran negatif sesaat setelah terlintas.

5.         Bersyukur.

6.         Tidak mendengarkan rumor.

7.         Segera bertindak.

8.         Menggunakan bahasa positif.

9.         Peduli pada citra diri.

 

Formula rahasia berpikir positif:

1.      Melihat positif.

2.      Berbicara positif.

3.      Mendengar positif.

4.      Bertindak positif.

5.      Berpikir kreatif.

6.       Self-talk ( berbicara pada diri sendiri )

7.      Biasa menjadi luar biasa.

8.      Melihat ke depan.

9.      Berpikir mungkin.

 

Ada pun akibat jika selalu berpikir positif yaitu :

1.     Menjadikan hidup kita lebih nyaman.

2.     Menjadikan kita terus bergerak atau bertindak.

3.     Berpikir positif adalah energi yang sangat besar.

4.     Banyak hal yang sebenarnya mungkin menjadi tidak mungkin karena berpikir negatif, sebaliknya dengan berpikir positif akan berubah menjadi mungkin.

5.     Beban hidup akan berkurang karena kita tidak memikirkan hal negatif yang membuat hidup semakin berat.

6.     Tindakan akan menjadi positif.

7.     Menjadikan hubungan kita dengan orang lain akan lebih baik.

8.     Keluarga lebih harmonis jika anggota keluarga berpikir positif semua.

9.     Sumber motivasi.

10. Berpikir positif menentukan keberhasilan.

“Berbuat lah kebaikan pada setiap orang, Tindakan kebaikan yang kita lakukan ternyata berpengaruh positif terhadap kesehatan mental dan kebahagiaan kita.Praktekkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, maka muncullah pikiran pikiran yang sehat untuk melangkah maju ke depan”. (hry)

 


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)