Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI JADI KABUPATEN PELALAWAN KE - 20 PADA TANGGAL 12 OKTOBER 2019
  
 

Kalender

Menjalin Kebersamaan di Lingkungan Kerja
Selasa, 28 Juni 2016-08:12:48WIB
Kategori: Motivasi & Inspirasi - Dibaca: 654 kali

Pencapaian tujuan suatu instansi tidak lepas dari keunggulan sumber daya yang ada pada instansi tersebut. Akan tetapi, memiliki sumberdaya berupa peralatan atau perlengkapan yang mumpuni tanpa adanya sumber daya manusia yang baik tidak akan bermanfaat bagi perusahaan. Sumber daya manusia yang direkrut merupakan sumber daya yang terpilih sesuai dengan kapasitas kemampuannya masing-masing.

Dalam satu instansi yang memiliki pegawai yang cukup banyak, sudah tentu memiliki kapasitas kemampuan yang berbeda-beda. Manajemen sumber daya manusia yang baik dapat membuat suatu instansi menjadi lebih baik dalam pencapaian tujuannya. Atasan berperan penting di dalam menata tugas serta kapasitas kerja masing-masing pegawai.  Dengan memberi strategi yang tepat dapat menjadikan instansi tersebut mudah didalam pencapaian target yang telah ditetapkan.

Akan tetapi tanpa adanya kebersamaan dilingkungan kerja, suasana tidak akan jauh lebih baik. manusia bukannya mesin yang tinggal menjalankan pekerjaan begitu saja. Manusia merupakan makhluk sosial yang tentunya harus berinteraksi antar sesama. Interaksi yang baik dapat mengurangi ketegangan kerja

Berkomunikasi yang intensif

Antar rekan kerja harus bisa berkomunikasi dengan baik. ketika pekerjaan kita tidak terlalu berat, atau sudah selesai, apa salahnya kita membantu pekerjaan rekan yang  lain. tapi jangan pula bantuan yang kita berikan hanya sekedar basa basi, kita tetap harus serius membantunya. Dan ketika pekerjaan kita menumpuk, jangan pula terlalu berharap bahkan memaksa rekan yang pernah kita bantu tersebut untuk membantu kita. Kerjakan saja pekerjaan sesuai tugas kita, jika sulit untuk kita selesaikan, barulah kita meminta bantuannya, tapi jika ia tidak dapat membantu kita pada saat itu jangan pula memarahinya, karena mungkin saja dia pada saat itu benar-benar sibuk atas pekerjaannya. Minta bantuan kepada rekan yang lain saja yang dapat membantu kita.

Selingi dengan gurauan

Dalam menjalin komunikasi antar rekan kerja, ada masanya serius, ada masanya bercanda. Selagi hal itu tidak mengganggu pekerjaan, bercanda tetap harus ada batasan. seorang atasan sekalipun tidak bisa terlalu kaku terhadap bawahannya, selain itu bawahan terhadap atasan jangan pula terlalu sepele terhadap atasan yang pengertian. Karena kita harus mengingat etika yang baik didalam berkomunikasi kepada atasan. Harus ingat kapasitas gurauan kita, jangan sampai berlebihan hingga menyakiti perasaan rekan kita tersebut.

Tak jarang ketika kita bergurau kepada salah satu rekan, ternyata ia malah marah kepada kita. Hal ini dikarenakan kita tidak memperhatikan gelagat rekan kita sebelum diajak bergurau. Untuk itu harus perhatikan situasi maupun kondisi rekan kita sebelum diajak bercanda.

 

Makan dan minum bersama

Untuk semakin mempererat silaturahmi, dapat dilakukan dengan kegiatan makan dan minum bersama. Tidak perlu sering, tapi sesekali dapat dilakukan pada jam istirahat yang waktunya telah ditentukan semua rekan kerja dapat menghadirinya. Jalinan keakraban akan terasa semakin hangat dan dapat mengurangi stres di dalam tuntutan kerja yang cukup berat.

Tidak mesti makan dan minum yang mahal, selagi sehat dan dapat diterima oleh semua, itu sudah cukup. Terutama kegiatan kerja yang penuh tekanan atas target yang harus dicapai semakin mepet, tingkat stres semakin tinggi. Istirahat bersama sejenak untuk mengendurkan urat syaraf sambil bertukar pikiran, kendala apa yang dihadapi ketika mengerjakan pekerjaan tersebut. Jangan salah, sebungkus kecil Kwaci dapat mencairkan suasana karena saling berebut, bergurau senda, dan lain-lain. Hal yang simple tapi cukup ampuh bukan?

 

Briefing

Untuk pekerjaan yang membutuhkan kerjasama yang baik, harus mengadakan briefing. Terima segala, ide, saran dengan sebaik-baiknya. Beri kesempatan berbicara dan menyampaikan uneg-uneg setiap rekan yang ada. Dengan diadakannya briefing, kita dapat menyusun strategi dengan baik dan dapat menyatukan visi dan misi semua anggota. Segala hasil yang dicapai apakah itu baik maupun buruk dapat dipertanggungjawabkan dan diterima bersama.

Tidak jarang suatu kegiatan menjadi kacau karena tidak memiliki satu visi karena kesalahpahaman didalam menerjemahkan perintah maupun kegiatan yang harus dilakukan. Lain halnya dengan selalu diadakannya briefing, semua unit akan bekerja sesuai dengan porsinya masing-masing.

Peran atasan di dalam briefing ini sangat penting sebagai pengambil kebijakan maupun keputusan. Meski situasi sempat panas karena saling adu argumen, atasan tetap harus berkepala dingin menyelesaikan itu semua. Setelah keputusan diambil dan telah dipahami, maka seluruh pegawai terkait akan dapat langsung bekerja sesuai dengan perintah atau rencana. Terlepas berhasil atau tidak, seluruh pihak terkait akan dapat menerima apapun hasilnya tanpa ada saling menyalahkan.

 

Buat wadah / kegiatan antar pegawai

Dengan dibuatnya suatu wadah kegiatan, akan dapat mempererat silaturahmi antar pegawai. Kegiatan ini dapat berupa arisan yang melibatkan seluruh pegawai, dari atasan hingga bawahan, dan bukan hanya yang bekerja satu lingkup saja, tenaga kebersihan maupun keamanan kantor juga sebaiknya diikutkan. Seringkali orang membuat kegiatan arisan hanya sesama rekan yang “selevel”. Padahal hal ini membuat gap terhadap sesama, niatnya menjalin silaturahmi, malah membuat jurang pemisah. Kecuali arisan tersebut nilai yang diikutkan sangat tinggi, hingga menyulitkan beberapa orang untuk mengikutinya. Tapi apa salahnya buat arisan yang  bernilai kecil, tapi sebenarnya keseruan dan kebersamaan itu lebih mahal harganya.

Selain arisan, dapat juga berupa kegiatan wirid atau pengajian. Wirid atau pengajian dapat dilakukan sesuai dengan kesepakatan, apakah mingguan atau bulanan. Dengan diadakan hal ini dapat menjadi wadah introspeksi diri serta menenangkan emosi yang tidak stabil dalam bekerja. Kita juga dapat mengundang penceramah sesekali untuk memberikan santapan rohani agar dapat pembelajaran keagamaan yang tertuntun. Dapat juga berupa kegiatan diskusi bersama tentang kegiatan keagamaan, sehingga dapat bersama mempelajari hal terkait ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu yang paling bermakna dalam kegiatan ini yaitu kita mendapatkan pahala dari Allah SWT.

 

Berikan Kesempatan siapapun untuk berkembang

Dalam kegiatan bekerja sudah ada panduan serta pedoman kegiatan yang ingin dicapai. Dalam menyusun strategi kerja biasanya sudah ada yang ditunjuk sebagai penanggung jawab, pelaksana, ketua, dan berbagai jabatan yang diemban.

Apakah yang berperan kedepannya masih yang itu-itu saja? Sudah tentu tidak. Semua orang ingin berkembang menjadi lebih baik. Seseorang yang berada posisi yang lebih baik adakalanya jenuh pada pekerjaan yang itu-itu saja.  Untuk itu perlu adanya kaderisasi didalam setiap kegiatan. maka dari itu, yang setiap kegiatan yang dilakukan hendaknya selalu membawa pendamping yang dapat membantu pekerjaan pada tugas yang diemban, dan juga menjadi media transfer ilmu serta pengalaman kepada pendamping tersebut. Ketika dirasa mampu, berikan ia kesempatan untuk maju dan berkembang, tapi jangan langsung dilepaskan. Selalu dituntun dan diawasi dengan baik.

 

Libatkan rekan kerja divisi lain dalam berbagai kegiatan

Adakalanya kita harus melibatkan rekan dari divisi lain ketika kita mengadakan suatu acara atau kegiatan. bisa sebagai undangan atau sebagai salah satu pihak anggota yang terkait kegiatan tersebut. Dengan diajaknya rekan dari berbeda divisi dapat menguatkan persaudaraan antar divisi atau bidang pada suatu instansi. Lakukan secara bergiliran dengan disertai pengertian bahwa kita ingin menjalin kerjasama kepada siapa saja pada unit kerja kita. Hal ini dapat membuat divisi lain mengerti dan terpancing melakukan hal yang sama ketika akan membuat kegiatan, mereka pun suatu saat akan mengajak salah satu atau beberapa orang dari divisi kita untuk bergabung pada kegiatan mereka.

 

Training atau Outbound

Training maupun outbound salah satu kegiatan yang cukup ampuh untuk menjalin kebersamaan dilingkungan kerja. Training cenderung memberikan ilmu dari sisi pengetahuan atau membuka pola pikir. Sedangkan OutBound lebih banyak ke kegiatan fisik berupa game atau kegiatan lapangan yang menyenangkan. Terutama pada kegiatan outbound, dapat dilakukan sesekali dalam beberapa tahun. Sehingga pegawai dapat meluapkan adrenalinnya ke kegiatan positif, dan kembali segar ketika akan masuk kerja kembali.

Dengan adanya kebersamaan di lingkungan kerja, akan menumbuhkan semangat kerja menjadi lebih baik. Persaudaraan yang kuat dapat menguatkan tanggung jawab pada diri masing masing. Untuk itu kita harus ambil sikap positif akan hal ini.
Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)