Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Atitude penggunaan DSLR yang Baik pada Acara Resmi
Selasa, 29 Maret 2016-16:29:40WIB
Kategori: Pengetahuan - Dibaca: 903 kali

Penggunaan DSLR

Sering kita mendengar kata DSLR, namun kita tidak mengatahui apa itu si DSLR? Baiklah pembaca, saya akan mengulas sedikit tentang DSLR. DSLR itu adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflex, artinya kamera digital yang dugunakan untuk mengambil gambar secara digital, bukan memakai film. Single Lens artinya memakai lensa tunggal (single) untuk melihat dan mengambil gambar. Kamera tipe lain adalah Twin Lens Reflex (TLR), yang memungkinkan untuk melihat melalui lensa sebelah atas dan mengambil gambar melalui lensa kedua, yang terletak di bagian bawah. Reflex artinya kamera memantulkan gambar (image) dari sebuah cermin, lalu ke cermin atau prisma kedua. Hal ini memungkinkan anda melihat objek yang diambil melalui lensa yang digunakan untuk mengambil gambar, artinya apa yang anda lihat adalah sama dengan image yang diambil oleh kamera.

Menggunakan kamera DSLR tersebut tidaklah mudah dalam membuat hasil gambar yang berkualitas, ada trik-trik dan petunjuk yang harus kita ikuti untuk menghasilkan kualitas potret yang lebih baik, terkecuali Anda telah memiliki pengalaman sebelumnya tentang kamera tersebut. kita akan membahas sadikit sekilas teknik dasar menggunakan kamera DSLR. Karena untuk tingkat teknik dasar tergolong mudah untuk dipelajari terlebih bagi kita yang baru pertama menggunakan kamera DSLR. Pertama sekali yang harus diperhatikan adalah pastikan kamera sudah dalam keadaan siap untuk digunakan, cek baterai, cek memory, dll. Setelah anda rasa kamera siap digunakan, selanjutnya kita coba mensetting kamera terlebih dahulu, setting kamera ke mode AV ( aperture Value) yaitu hanya merubah besarnya bukaan diagfragma sehingga Shutter Speed sudah otomatis di set oleh kamera tersebut dan siap untuk digunakan.

Teknik Mengambil Foto Dengan Baik

Penggunaan DSLR yang baik dan benar maka akan menghasilkan gambar yang baik pula. Di dunia fotografi sebaiknya kita harus mengetahui yang dinamakan etika dalam fotografi. Banyak para pengguna DSLR yang tidak mengetahui etika dalam pengambilan foto, asal dan semrawut sesuka hati, maka yang terjadi adalah ketidaknyamanan suasana bagi para undangan maupun peserta pada acara resmi. Hal inilah yang perlu kita perbaiki kurangnya pengetahuan etika dalam menggunakan DSLR. Semakin lama, fotografi semakin terbuka dan mampu dimiliki oleh semua orang. Dimana-mana kita dengan mudah melihat orang membawa kamera dan mengambil gambar. Namun apakah merekah sudah mengetahui teknik dalam mengabil foto? Belum tentu. Setiap fotografer harus dituntut memiliki etika dalam pengambilan gambar, dan kita juga dituntut untuk tahu tanggung jawab, bayangkan bila objek yang kita foto justru menganggap kegiatan foto kita sebagai perbuatan yang cukup mengganggu bagi mereka? bukankah itu justru akan menjadi masalah? Jelas.....maka dari itu cukup pada momen-momen tertentu saja yang bisa kita ambil gambar, tidak asal jepret saja, fokus dan tenang. Terkadang ada yang tidak suka sering-sering difoto dan ada juga yang suka difoto berlebihan. untuk para pembaca yang tercinta agar kiranya disaat mengambil gambar pada acara resmi cukup pada momen-momen yang penting saja.

Kamera besar sudah bukan hal jarang yang eksklusif untuk profesional saja. Tapi, dengan alat yang bernama kamera ini, kita dapat mengabadikan hal-hal tertentu, baik itu pada acara resmi maupun tidak. semua juga pasti setuju bahwa menenteng DSLR bukan bermakna dihalalkan untuk mengambil gambar apa-apa, di mana saja, dan bila-bila saja. Tetap ada peraturan dan adab-nya. Tetap ada batasannya. Sering kita melihat bila terjadi sesuatu kejadian atau kemalangan berlaku, yang pertama orang lakukan adalah memotretnya dan bukan menolong. Kita semua akan senang kalau semua para fotografer dan orang-orang yang mencintai fotografi selalu bersusaha untuk berbuat sopan dan mengerti etika.

Fotografer yang Hebat adalah Fotografer Yang Berkualitas

Hanya karena memiliki kamera mahal, bukan berarti mereka adalah fotografer yang bagus dan bukan berarti fotografer yang berkualitas. Berkualitas yang dimkasud adalah bukan hanya sekedar dari hasil fotonya bagus-bagus, tapi juga Fotografer yang tahu sopan santun dan tahu penyesuaian tentang keadaan. Dalam setiap acara baik itu resmi maupun tidak sering kita melihat para fotografer dengan seenaknya aja mereka berdiri dimana saja untuk mengambil gambar sehingga mengganggu dan menghalangi tamu lain yang juga sama-sama punya hak untuk menikmati acara. Bahkan Fotografer resmi yang punya ID pun tidak seenaknya berdiri di mana-mana tempat. Kerana mereka tahu apa yang perlu gambarnya diambil dan berapa banyak hidangan mereka di acara itu. Saya rasa tidak menyenangkan melihat orang yang punya kamera bagus tapi attitude-nya buruk.

Disamping itu agar kita menjadi fotografer pemula yang hebat maka yang diperhatikan pertama adalah kesiapan dan mental menghadapi banyak orang. Menjadi fotografer pemula tentunya mempunyai beban tersendiri sehingga sebagai pemula kita harus nya lebih banyak. Tentunya untuk menjadi seorang fotografer yang paling penting adalah mempunyai kamera yang mempunyai kualitas yang bagus. Walaupun terkadang seseorang dapat mengambil gambar yang bagus hanya menggunakan kamera handphone. Akan tetapi dengan hanya menggunakan kamera handphone fitur – fitur yang di miliki juga terbatas. Adapun arah untuk menuju foto grafer yang hebat adalah sebagai berikut:

§  Pelajari teknik – teknik dasar seperti shutter speed, aperture, dan ISO. Menjadi fotografer tentunya tidak perlu belajar terlalu dalam cukup memaksimalkan ketiga fungsi tersebut.

§  Motivasi di dalam diri. Tentunya sesuatu yang baik berasal dari yang baik juga. Jika anda mencintai bidang ini. Tentunya anda akan terus belajar karena dunia fotografer tiada habisnya.

§  Memfokuskan cahaya dengan cara pembiasan sehingga mampu membakar objek penangkapan cahaya dan akan menghasilkan bayangan yang disebut lensa.

§  Tingkatkan kemampuan, sebab fotografi bukan hanya asal jepret tapi penilaian terhadap hasil foto.

§  Tentukan konsep sebelum memotret untuk mencegah kebingungan dan efisiensi waktu dalam bekerja.

§  Manajemen fotografer profesional. Manajemen diri yang profesional harus benar-benar dijalankann misalnya membuat dan menpati janji pemotretan atau penyerahan foto, cara berpakaian dilokasi pemotretan, sikap, etikah dan lainya pula diperhatikan dan diberikan sebaik-baiknya sehingga dapat memberikan kepuasan klien yang dipotret.

Etika atau tata krama dalam memotret memang seharusnya dipegang teguh dan dilaksakan siapapun, baik fotografer profesional maupun amatir. Karena etika dan sopan santun sangat berpengaruh terhadap karir seseorang. Baik itu itu diwrasawasta maupun dipemerintahan tempat kita bekerja. Attitude adalah perilaku secara keseluruhan, bukan hanya tentang sopan-santun, tapi dari mind-set, etika sosial, merespon kejadian, dan penguasaan emosi.

Jika anda menginginkan kebahagiaan satu jam, silahkan tidur siang; Jika anda menginginkan kebahagiaan hari ini, pergilah bertamasya ; jika anda menginginkan kebahagiaan satu minggu, pergilah berlibur; Jika anda menginginkan kebahagiaan satu bulan, menikahlah; jika anda menginginkan kebahagiaan satu tahun, dapatkan warisan kekayaan. Jika anda menginginkan kebahagiaan seumur hidup, belajarlah menCINTAI pekerjaan anda.

Dikutip dari kata bijak motivasi kerja...

 

Sekian semoga dapat menambah pengetahuan kita semua. Terimakasih.  
Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)