Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Waspada Bahaya Narkoba
Selasa, 29 Maret 2016-16:25:40WIB
Kategori: Kesehatan - Dibaca: 607 kali

Badan Narkotika Nasional (BNN) semakin gencar memerangi  narkoba yang mulai masuk di berbagai kalangan masyarakat. Untuk pemahaman kita semua, Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Semua istilah ini, baik narkoba ataupun napza, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya. Sehingga pada dasarnya beberapa zat yang terkandung di dalamnya memiliki manfaat tertentu, akan tetapi penyalahgunaannya mengakibatkan bahaya yang membuat kerugian bagi penggunanya.

Penjabaran Narkoba

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009).

Psikotropika adalah suatu zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Zat adiktif adalah obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup, maka dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus.

Pengelompokan Narkoba

Narkoba Dibagi Menjadi 3 Jenis Kelompok Utama

1. STIMULANTS ( Perangsang )

Narkoba pada jenis ini berfungsi meningkatkan kegiatan pada sistem saraf pusat (ssp), sehingga mempercepat proses mental dan membuat sensor tubuh si pengguna menjadi lebih sensitif, lebih awas serta bersemangat. Efeknya pada tubuh adalah selalu lapar, selalu punya energi (tak terasa capek), dan tahan begadang

Contoh : Amfetamin (shabu-shabu / ecstacy), Kokain, Kafein, Nikotin, dll

2. DEPRESSANTS ( Depresan )

Narkoba pada jenis ini berfungsi menurunkan kegiatan pada sistem saraf pusat (ssp), sehingga membuat para pengguna menjadi lebih rileks dan kurang sadar dan bingung terhadap sekelilingnya. Penderitanya akan terlihat  malas dan cenderung mengantuk

Contoh : Heroin (putaw), Morfin, Analgesik, Alkohol, Benzodiazepin, Obat keras, dll

3. HALLUCINOGENS ( Halusinogen )

Narkoba pada jenis ini berfungsi mengubah persepsi / pandangan pada waktu dan tempat, sehingga membuat para pengguna melihat dan mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau mereka melihat / mendengar sesuai dengan persepsi yang berbeda-beda.

Pengguna zat ini menjadi kerap berhalusinasi. Sekalipun efek narkoba bisa berbeda-beda, masa ”on” atau ”fly” pada orang yang mengonsumsi narkoba relatif tidak lama, 10-30 menit. Setelah masa ”nikmat” itu habis, tubuh pengguna mulai kesakitan. Artinya, dia sudah ketagihan zat tersebut.

Tak peduli masih dalam taraf mencoba atau sudah menjadi pemakai, siapa pun yang pernah memakai narkoba saraf otaknya sudah terganggu. Tubuh mereka akan terus mencari barang tersebut. Oleh karena itu, segala cara akan mereka tempuh asal mendapat narkoba

Kerugian yang diderita oleh pengguna sangat kompleks, dikarenakan penggunaannya menyebabkan ketergantungan, tentunya si pengguna akan terus menerus membelinya dan mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Ketergantungan narkoba ini akan dimanfaatkan oleh penjual dengan memberi harga yang sangat tinggi jika pengguna sudah benar-benar membutuhkannya. Diibaratkan manusia “butuh” makan dan minum, jika sudah lapar atau haus, masih bisa berusaha untuk ditahan dan bisa untuk didapatkan dengan cara yang baik, lain halnya dengan bernafas manusia “sangat butuh” udara, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka terhentilah seluruh fungsi hidup manusia itu.

Penulis melihat, bahaya narkoba ini sudah mengarah kepada perumpamaan kebutuhan udara seperti yang dijabarkan di atas. Karena pengguna narkoba yang sudah “sakaw” berat pasti akan melakukan segala macam cara untuk memenuhi keinginannya. Melakukan segala cara ini tentunya sudah mengarah kepada hal yang tidak baik. seseorang yang sakaw akan bertindak jauh dari perbuatan normal..

Sakaw adalah istilah jika pengguna narkoba sudah merasa sakit dan butuh yang sangat berlebihan yang mengakibatkat rasa sakit yang amat sangat bagi pengguna tersebut, kelakuan dan pikirannya pun semakin tidak normal. Apabila sudah merasa pada limit yang sangat kuat, ia bisa melukai tubuh dengan cara menyayat-nyayat pergelangan tangannya untuk dihisap sendiri agar kendungan napza pada darahnya dapat ia minum kembali, hingga rasa sakit dan butuh itu hilang. Dan jika sudah sangat buntu, cenderung melakukan bunuh diri. Sungguh merupakan hal yang sangat mengerikan.

Biasanya para pengguna napza bila sudah sakaw akan mencari penawarnya dengan cara menggunakan kembali napza sesuai kebutuhan tetapi biasanya dosis / takaran akan selalu meningkat untuk mencapai efek yang diinginkan. Dengan cara apapun barang tersebut akan dicari. Bisa dengan cara menjual barang-barang, hingga mencuri. Seandainya sudah tidak bisa mencuri, pasti akan meningkat ke keadaan yang lebih parah seperti melakukan penodongan langsung, perampokan dan pengancaman, bahkan melukai korban hingga membunuhnya jika keinginannya tidak tercapai.

Jika pengguna narkoba tersebut adalah wanita, mirisnya ia akan rela menjual kehormatannya demi kebutuhan akan narkoba tersebut. Bahkan mereka bisa hamil diluar nikah dan lalu melakukan aborsi ilegal yang tentunya membawa dampak masalah baru dalam kehidupan mereka, belum lagi jika aborsi tersebut tidak dilakukan dengan cara yang benar, sudah tentu membahayakan nyawanya.

Mengerikan, tetapi berbagai rasa yang sangat tidak enak itulah yang mereka rasakan. Tak heran jika ketika sakau datang, pencandu narkoba memukul kepala atau  membenturkan ke tembok agar rasa sakit berkurang.

Peranan Penting Pemerintah

Mengingat adanya kecenderungan meningkatnya kasus penggunaan narkoba di Indonesia Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan undang-undang republik indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sanksi tegas sudah disampaikan didalamny.

Pada Pasal 111 ditegaskan: “ Setiap  orang  yang  tanpa  hak  atau  melawan  hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai , atau  menyediakan  Narkotika Golongan I dalam  bentuk tanaman, dipidana dengan pidana  penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda  paling  sedikit  Rp800.000.000,00  (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah)”.

Sedangkan pada Pasal 114 : “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika GolonganI, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana  penjara paling singkat  5  (lima)  tahun  dan paling  lama  20  (dua puluh) tahun  dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Selain memberlakukan undang-undang, pemerintah gencar membuat seminar untuk mensosialisasikan dampak buruk penggunaan Narkoba. Dan kemudian mendirikan Badan Narkotika Nasional sebagai ujung tombak yang berperan aktif menyelesaikan permasalahan ini.

Berbagai langkah ditempuh pemerintah agar bahaya narkoba ini tidak merembet kemana-mana, akan tetapi penggunanya terus saja bertambah. Problem-problem kehidupan serta faktor lemahnya  kejiwaan seseorang acap kali menjadi titik awal seseorang menggunakan narkoba.

Seseorang yang sehat lahir batinnya pasti berpikir ribuan kali untuk menyentuh yang namanya narkoba. Untuk itu, jagalah kesehatan lahiriah dan terutama kesehatan batin anda agar terhindar dari penggunaan narkoba ini.
Sayangi Diri Anda dan Keluarga Anda, Katakan tidak Pada NARKOBA!!!


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)