Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI JADI KABUPATEN PELALAWAN KE - 20 PADA TANGGAL 12 OKTOBER 2019
  
 

Kalender

Alquran, Sebagai Panduan dan Tuntunan
Selasa, 29 Maret 2016-16:22:03WIB
Kategori: Motivasi & Inspirasi - Dibaca: 529 kali

Al-Quran  merupakan  Kitab Suci Umat Islam yang diturunkan sebagai petunjuk dan pedoman hidup di dalam menjalani kehidupan bagi seluruh umat manusia di permukaan bumi ini.

Sebagai petunjuk bagi manusia untuk menjalani kehidupan, Al-Quran memberikan penjelasan atas segala sesuatu., Allah SWT menegaskan di dalam Surat An-Nahl Ayat 89 :

"Dan ingatlah akan hari ketika Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri."

Di dalam ayat tersebut menjelaskan dua hal penting, Pertama, kesaksian Rasulullah SAW di antara para saksi di Hari Kiamat menunjukkan posisi Rasulullah SAW sebagai penghulu para Nabi dan para Wali Allah SWT. Para nabi dan wali dengan izin Allah SWT menjadi saksi. Dan poin Kedua yang menjadi meteri pembahasan artikel ini, yaitu penjelasan tentang keagungan Al-Quran dan peran besar kitab suci ini dalam membimbing umat manusia, apakah sebagai dasar aturan di dalam kehidupan, penjelasan atas pertanyaan yang selalu muncul di pikiran manusia, maupun penyampai rahmat serta kabar gembira bari manusia-manusia yang selalu menjalankan perintah-Nya.

Allah SWT menjadikan al-Quran sebagai penjelas segala masalah yang diperlukan untuk membedakan kebenaran dan kebatilan. Ini merupakan rahmat Ilahi bagi manusia. Akan tetapi hanya ummat Islam yang mengimani kitab al-Quran dan menggunakan kitab suci ini sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira.

Hidup dengan petunjuk dapat kita umpamakan kita yang sedang berada di ruang gelap, dari kejauhan terlihat titik cahaya yang menjadi panduan untuk dituju, maka ketika kita ingin mencapai titik itu dan meraihnya sama dengan kita memiliki tujuan yang ingin dicapai dan berhasil meraihnya. Lain halnya dengan hidup tanpa petunjuk, diibaratkan berada dalam ruang gelap gulita tanpa tau arah yang ingin dituju, mau bergerak tak tau kemana, mau diam saja seperti tak ada gunanya, serba tak tentu arah. Maka dari itu Al-Quran diturunkan kepada umat manusia sebagai panduan untuk menjalani berbagai aspek kehidupan manusia itu sendiri.

Di dalam ajaran Islam dengan tegas menyatakan bahwa Al-Quran sebagai Kitab Suci umat Islam yang sempurna, dan penyempurna dari Kitab Suci yang telah Allah SWT turunkan sebelumnya. Di dalamnya terkandung tujuan hidup manusia yang sebenar-benarnya sebagai hamba Allah SWT dalam segala aspek kehidupan. Dan seluruh aspek itu terkandung dalam Ayat-ayat yang tertulis di dalamnya dengan sangat sempurna dan tiada keraguan di dalamnya. Bahkan Mukjizat Rasulullah yang agung ini telah mendapat jaminan akan terjaga isinya sepanjang zaman hingga akhirnya diangkat Allah kembali ketika dunia ini telah mendekati penghujung usianya (Hari Kiamat).

Penjelasan Tentang Kebenaran Al-Quran

Adapun ayat yang menegaskan tentang kesempurnaan Al-Quran ini diantaranya:
-    Surat Al An’am, ayat 115 yang terjemahannya :

“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur'an, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

-    Surat Al Ahqaaf, Ayat 30 yang terjemahannya :

“Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.”
        
-    Surat Al Maidah, Ayat 48:
"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu."

Masih banyak lagi ayat Al-Quran, serta penegasan dari Rasulullah SAW tentang kebenaran Al-Quran. Kesimpulan yang dapat diambil dari ayat-ayat tadi ialah bahwa Al-Quran mengandung kebenaran-kebenaran sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab-kitab samawi yang lain, disertai beberapa tambahan, dan di dalamnya terdapat segala sesuatu yang dibutuhkan manusia dalam perjalanannya menuju kebahagiaan yang diinginkannya, termasuk dasar-dasar akidah dan perbuatan.

Keistimewaan AL-Quran Sebagai Pedoman Hidup

Manusia di dalam menjalani kehidupan akan dihadapkan berbagai problema-problema kehidupan. Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi level kesulitan hidup yang dihadapi. Semakin naik jenjang kehidupan (kesuksesan) yang diraih, semakin bertambah kencang angin berhembus bahkan menampar diri manusia tersebut. Tak jarang, baru selesai satu masalah, sesaat kemudian muncul masalah baru. Parahnya lagi jika baru mendapatkan masalah, belum selesai masalah yang satu, masalah lain bahkan terus bermunculan.

Sering muncul keheranan di hati dan  kita merasa permasalahan tak putus-putus,  selalu membebani hidup. Ketika mendapat masalah yang cukup pelik, semua serba tak tentu. Tidak selera makan atau minum, cenderung melamun, ada yang bawaannya ingin marah-marah, ada yang cuma bisa menangis. Jika mendapatkan masalah yang terlalu berat, dan tidak sanggup menanggungnya beresiko ke kejiwaan, bahkan mengancam  keselamatan nyawanya.

Kita selalu melihat ke atas, bukan ke bawah. Jika kita melihat perjalanan hidup Muhammad SAW maupun  para Rasul, Nabi, dan Wali Allah SWT, mereka selalu menghadapi cobaan dan rintangan yang sangat luar biasa. Cobaan maupun tentangan dari umat, bahkan keluarga terdekat terus bermunculan. Tapi mereka menghadapi masalah itu dengan penuh ketabahan dan  kesabaran. Mari sejenak kita merenungi, seandainya kita berada pada posisi yang sama, mendapatkan cobaan sedemikian rupa, sanggupkah kita? Jika anda jujur pada diri anda, sebagian besar kita tidak sanggup menghadapi cobaan yang luar biasa tersebut.

Allah menurunkan para Nabi dan Rasul sebagai contoh yang memiliki keikhlasan dan kesabaran yang luar biasa di dalam menghadapi berbagai permasalahan dan cobaan di dalam kehidupannya. Sesuai dengan fitrah sebagai manusia biasa, para Nabi dan Rasul tersebut akan mencapai ajalnya. Sepeninggal mereka, umat tidak bisa berkonsultasi langsung di dalam menghadapi permasalahan mereka. Tentunya manusia membutuhkan panduan dan bimbingan di dalam menghadapi problema-problema yang melanda kehidupan. Panduan tersebut tertuang melalui Kitab Suci yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya agar dapat diaplikasikan di dalam kehidupan

Salah satu Keutamaan Rasulullah SAW dengan nabi-nabi yang lain  bahwa para Nabi dan Rasul sebelum Beliau diutus untuk memberi bimbingan dan peringatan kepada umat di masa mereka saja, sedangkan risalah yang diemban Rasulullah SAW adalah rahmat bagi semesta alam  dan pengutusannya untuk segenap umat manusia hingga akhir zaman, sebagaimana disampaikan melalui Firman Allah :

"Tidaklah kami mengutusmu melainkan sebagai Rahmat untuk semesta alam". (QS. Al-Anbiya', Ayat 107).

Dengan diutusnya Rasulullah SAW sebagai rahmat untuk semesta alam, maka Kitab Suci yang dibawa oleh Beliau, telah jelas bahwa Al Quran adalah petunjuk untuk seluruh umat manusia sampai akhir zaman karenanya akan selalu berlaku dan akan selalu ada yang akan menjelaskannya sesuai dengan pengetahuan yang telah diketahui hingga yang tidak terjangkau oleh manusia itu sendiri. terdabat berbagai  ilmu pengetahuan serta nasihat terkandung di dalamnya, dari manusia tidak mengetahui, hingga diketahui melalui penyampaian-Nya di Al Quran ini.

"Sungguh, Kami telah mendatangkan kitab (Al Quran) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-A'raf Ayat 52).

Dan pada ayat lain, Allah SWT berfirman,

"Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Kitab ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. " (QS. An-Nahl, Ayat 64).

Pada ayat di atas menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat teragung dibandingkan Kitab yang telah diturunkan sebelumnya, dan  paling kuat pengaruhnya. Hal itu karena Al-Quran adalah Mu’jizat yang kekal yang tidak terhenti dengan wafatnya Rasulullah SAW hingga ke akhir zaman.

Maka dari itu, meskipun di masa sekarang kita tidak dapat berkonsultasi langsung kepada Rasulullah,  Beliau telah memandu kita untuk dapat  “bertemu” dan “bertanya langsung” kepada Allah SWT. Rasulullah telah menunjukkan cara kita bertemu dengan Allah melalui Shalat, selain sebagai sarana beribadah, shalat adalah sarana “curhat” kepada Allah SWT. Ketika kita ingin bertanya kepada Allah, maka bertanyalah melalui Al-Quran. Allah SWT menyampaikan perkataan-Nya melalui  Al-Qur’an. Semua lengkap dan tidak ada keraguan di dalamnya sedikitpun, dan  Al-Quran menjadi pedoman yang lengkap bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan alam lingkungannya.

Di dalam Al-Quran mengajarkan dan membimbing manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Terkandung seluruh pengetahuan yang dapat terus digali tanpa putus-putusnya untuk dipelajari dan diamalkan di dalam kehidupan manusia. Tertuang didalamnya berbagai ilmu, diantaranya mengajarkan tentang Akidah yaitu tentang keimanan Kepada Allah, berbagai ilmu Hukum sesuai dengan Syariah Islam, mengajarkan tentang Akhlak, berbagai peringatan maupun janji Allah kepada umat-Nya, Sejarah umat terdahulu, bahkan bagaimana tatacara manusia di dalam menjalani kehidupannya untuk mencapai kesejahteraan maupun kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bacalah Al-Quran, pahami dan hayatilah ayat-ayatnya, lalu amalkanlah di dalam kehidupan sehari-hari. janganlah mudah frustasi ketika menghadapi suatu permasalahan. Jika anda mendapatkan suatu masalah yang sangat berat, jangan cepat jatuh terpuruk didalamnya. telah disampaikan oleh Rasulullah, untuk menenangkan hati dan fikiran, ambillah air wudhu’, dirikanlah shalat, berdzikir menyebut asma Allah SWT, dan bacalah Al-Quran sebaik-baiknya. Insya Allah akan diberi ketenangan, dan didalam ketenangan dan apapun masalah yang dihadapi anda akan mendapat petunjuk dari Allah.

Penulis memiliki pengalaman, ketika menghadapi suatu permasalahan, penulis coba menenangkan diri, dengan membuka Al-Quran tafsir, lalu membuka lembaran secara acak dan ketika penulis membacanya, Alhamdulillah diarahkan kepada Ayat yang terkait dengan permasalahan yang penulis alami, dan penulis mendapatkan petunjuk darinya. Bahkan penulis mendapat pengetahuan lain yang justru bermanfaat ketika menghadapi permasalahan berikutnya. Dan ternyata pengalaman ini juga dialami oleh rekan-rekan lainnya. Jika ingin mengarah langsung ke permasalahan yang dihadapi, sebagian besar Al-Quran tafsir telah dilengkapi halaman khusus yang menunjukkan Surat dan Ayat yang menjabarkan hal –hal yang lebih mendetail.

Semoga Artikel ini dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan para pembaca sekalian. Dan perlu diingat, apapun masalah yang dihadapi  “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya....” ( QS. Al Baqarah Ayat 286) .


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)