Banner_BKP2D_2017.jpg Selamat_Hari_Raya1440h.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Kiat Pembuatan Makalah Proyek Perubahan untuk Diklat Kepemimpinan
Selasa, 29 Maret 2016-16:21:14WIB
Kategori: Pengetahuan - Dibaca: 1593 kali

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan salah satu profesi yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Tak jarang setiap ada informasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), masyarakat sangat antusias untuk mengetahui informasi yang terkait penerimaan tersebut. Di pandangan mereka profesi ini cukup menjan jikan. Karena menurut orientasi masyarakat, menjadi pegawai ada kejelasan penghasilan serta dapat tenang menjalani hari tua ketika sudah saatnya istirahat dan menikmati hasil jerih payahnya selama ini.

Akan tetapi perlu diketahui, menjadi PNS bukan sekedar bekerja dan melayani masyarakat saja seperti seorang pekerja di suatu tempat usaha yang pekerjaannya itu-itu saja tanpa ada ada perubahan dari waktu ke waktu. Ada proses yang perlu dilalui seiring perjalanan waktu dan perkembangan kemampuan pegawai itu sendiri yang terus meningkat. Seseorang yang hanya konstan bekerja itu ke itu saja akan mengalami kejenuhan dalam pekerjaannya dan tidak ada perkembangan sama sekali terhadap kariernya.

Di suatu perusahaan dan instansi jika tidak bisa mengaktualisasi diri, maka seseorang itu akan berjalan di tempat saja, akan terpendam oleh orang-orang baru yang memiliki kemauan untuk berkembang dan berdiri di depan, sehingga instansi memiliki pegawai yang bisa diandalkan, bukan sekedar pekerja saja, akan tetapi menjadi kader pengganti yang unggul  di masa depan. Sehingga instansi tempat bekerja tersebut memiliki pegawai yang siap menghadapi perubahan-perubahan sesuai perkembangan zaman.

Kriteria yang dibutuhkan di suatu pekerjaan

Bukan hanya di instansi pemerintah, di instansi swasta maupun di dunia politik seseorang harus memiliki beberapa kriteria agar dapat beekerja dan dipercaya oleh pimpinan. Kriteria tersebut terbagi kepada 4 kategori yaitu:

1. Kompetensi

Kompetensi diartikan sebagai kemampuan. Untuk itu menjadi sebagai seorang individu atau calon pemimpin diharapkan memiliki kemampuan, ketrampilan atau skill.

Sedangkan menurut UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan: pasal 1 (10) dijelaskan bahwa “Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan”

2. Kapabilitas

Kapabilitas (capability) adalah sebuah kemampuan tertentu atau kapasitas yang dimiliki orang perorang atau suatu usaha untuk mencapai tujuan atau hasil tertentu.

Selain itu Kapabilitas artinya juga sama dengan Kompetensi, yaitu Kemampuan. Namun pemaknaan kapabilitas tidak sebatas memiliki keterampilan (skill) namun lebih dari itu, yaitu lebih paham secara mendetail sehingga benar benar menguasai kemampuannya dari titik kelemahan hingga cara mengatasinya. Jika ia tidak dapat meterjemahlkan kepandaiannya ke dalam perilaku di tempat kerja yang efektif, kepandaian tidak berguna.

3. Akseptabilitas      

Akseptabilitas artinya adalah Keterterimaan, kecocokkan dan kepantasan. Kata ini berasal dari bahasa inggris yaitu Accetability atau dapat diterima. Sehingga di dunia kerja dapat diartikan sebagai kepantasan seseorang pada pekerjaan terkait dengan tanggung jawabnya

 

4. Elektabilitas

Elektabilitas adalah "Ketertarikan yang dipiilih". Misalnya, sesuatu benda atau orang yang memiliki Elektabilitas tinggi adalah yang terpilih dan disukai oleh masyarakat. Sederhananya seseorang tersebut menjadi favorit di mata orang banyak.

Pada dasarnya Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Orang yang memiliki elektabilitas tinggi adalah orang yang dikenal baik secara meluas dalam masyarakat. Ada orang baik, yang memiliki kinerja tinggi dalam bidang yang ada hubungannya dengan jabatan publik yang ingin dicapai, tapi karena tidak ada yang memperkenalkan menjadi tidak elektabel. Sebaliknya, orang yang berprestasi tinggi dalam bidang yang tidak ada hubungannya dengan jabatan publik, boleh jadi mempunyai elektabilitas tinggi karena ada yang mempopulerkannya secara tepat. 

Setelah melihat keempat kriteria di atas, jika pada diri seseorang telah memenuhinya, maka akan menghasilkan karakter atau unit yang memiliki kredibilitas dan memiliki sikap profesional di mata masyarakat. Karena seorang yang memiliki Kredibilitas adalah seseeorang yang berkualitas, dan memiliki kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Dan profesionalisme merupakan sifat-sifat (kemampuan, keterampilan, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang tepat terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.

Tentunya Pemerintah menginginkan para aparatur sipil negaranya memiliki kredibilitas dan profesionalisme di dalam menjalankan pekerjaannya. Untuk itu dalam rangka peningkatan kualitas para aparatur sipil negara tersebut pemerintah telah mempersiapkan pelatihan-pelatihan demi peningkatan kualitas pelayanan pegawai kepada masyarakat.

Diantara jenis diklat yang diselenggarakan pemerintah salah satunya adalah Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim). Diklatpim adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan PNS yaitu meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap, dan dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah sesuai dengan jenjang jabatan struktural yang diembannya sehingga dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi.

Untuk menetapkan peserta Diklatpim dilakukan melalui tahapan seleksi sesuai dengan Tingkat Diklatpim yang akan diikuti dengan persyaratan yang telah ditentukan, dan bagi peserta yang lulus seleksi untuk selanjutnya diikutsertakan dalam Diklatpim dimaksud

Diklat kepemimpinan merupakan pendidikan dan pelatihan yang dirancang bagi pejabat pemerintah untuk membentuk dan mengembangkan mereka menjadi pemimpin perubahan. Kompetensi sebagai pemimpin perubahan akan terbentuk melalui praktik langsung di lapangan. Bentuk praktik langsung dalam diklatpim ini adalah dengan melaksanakan proyek perubahan di kantornya.

Pelaksanaan Proyek Perubahan

Pelaksanaan proyek perubahan dimulai dengan menyusun Rancangan Proyek Perubahan. Penyusunan Rancangan Proyek Perubahan dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada peserta Diklatpim untuk menganalisis permasalahan atau peluang yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing dan mencari solusinya.

Proyek perubahan merupakan inti dari diklatpim. Proyek Perubahan ini dipakai sebagai wahana pembuktian penerapan kompetensi kepemimpinan peserta diklatpim. Proyek Perubahan merupakan kegiatan pembelajaran dengan bimbingan para coach (pembimbing) dan mentor (atasan peserta diklat) serta teamwork yang ada di instansinya. Kegiatan pembelajaran

meliputi:

1. Mendiagnosa kebutuhan perubahan organisasi menggunakan alat yang dipilih.

2. Mengidentifikasi seluruh stakeholder yang akan dilibatkan dan terpengaruh dengan PP.

3. Mengkomunikasikan permasalahan dan kebutuhan perubahan dengan stakeholder.

4. Merancang perubahan dan membangun tim.

5. Melaksanakan proyek perubahan.

6. Menyajikan hasil pelaksanaan proyek perubahan dalam seminar kepemimpinan.

 

Makalah proyek perubah dibuat seperti makalah yang biasanya dibuat oleh kalangan profesional untuk melaah dan menentukan tindak lanjut atas judul yang telah dibuat oleh penulisnya. Sistematika penulisan makalah proyek perubahan ini hampir sama halnya dengan makalah lain. Sistematika makalah ini terdiri dari;  Halaman Judul,Kata Pengantar,Daftar Isi, Identitas Proyek, Latar Belakang, Tujuan, Manfaat, Permasalahan dan Ruang Lingkup, Analisis Permasalahan dan Solusi, Output Kunci, Pentahapan Utama dan Penjadwalan, Tata Kelola Proyek, Anggaran, Identifikasi Stakeholder, Identifikasi Potensi Masalah, Risiko, Kriteria Keberhasilan, Faktor Kunci Keberhasilan, dan lembar Persetujuan.

 

Yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan makalah Proyek Perubahan

 

Bagi Pegawai yang telah terbiasa membuat penelitian atau  makalah, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam membuat proyek perubahan ini

a. Persiapan Judul yang matang

judul yang diambil harus sesuai dengan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) di dalam  menjalankan proyek ini nantinya. Karena yang dituntut dari proyek perubahan ini adalah perubahan tersebut harus benar-benar diaplikasikan di lingkup kerja. Jika anda menyiapkan judul dengan matang, anda dapat fokus terhada penelitian anda mengikuti judul yang telah dipersiapkan.

b. Pantau Sarana prasarana proyek perubahan

Didalam melaksanakan proyek perubahan pasti anda memiliki instrumen di dalam melaksanakan proyek, baik itu fisik atau nonfisik. Dalam bentuk fisik seperti peralatan, perlengkapan, juga laporan, sedangkan nonfisik dapat berupa software atau dalam bentuk lain.  jangan sampai perangkat tidak terpantau, malah menggagalkan penelitian anda

c. Dokumentasi dalam berbagai kegiatan

Perbedaan paling mencolok proyek perubahan ini adalah seluruh tahapan kegiatan harus didokumentasikan. mulai dari bertemu dan konsultasi kepada coach, meminta atau memberi data, penerapan proyek perubahan di lingkup kerja, dan lain-lain. bahkan undangan kepada pihak terkait dengan penelitian  pun jangan sampai terbuang, karena juga dibutuhkan sebagai bagian dari kegiatan penelitian tersebut.

Salah satu maksud dan tujuan adanya dokumentasi ini adalah agar para penguji nantinya dapat menilai bahwa proyek perubahan benar-benar telah diterapkan di lingkungan kerja peserta diklat.

d. Pastikan keberhasilan proyek akan tercapai dengan baik

kepada calon peserta diklat jangan sampai mempersiapkan proyek perubahan dengan tingkat keberhasilan yang rendah. Karena tolok ukur penilaian dari makalah  proyek perubahan  adalah proyek perubahan tersebut benar-benat bisa diterapkan di unit kerja anda. anda harus memperhatikan kemungkinan sarana prasarana yang ada di unit kerja anda dapat menerapkan perubahan tersebut tanpa mengganggu kinerja, dan sebaik-baiknya penelitian adalah penelitian yang dapat diterapkan dan membantu mempercepat/memudahkan pekerjaan yang telah ada selama ini. termasuk dengan anggaran pelaksanaannya. Jangan sampai proyek anda gagal dikarenakan salah mengkalkulasikan anggaran. Untuk itu kecermatan anda perlu diperhatikan.

Demikian beberapa langkah yang mudah-mudahan memberi panduan kepada anda dalam penyusunan makalah proyek perubahan. Semoga berguna.


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)