Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Lupa Membaca Bismillah Atau Membaca Doa Sebelum makan?
Selasa, 31 Maret 2015-19:17:43WIB
Kategori: Pengetahuan - Dibaca: 5114 kali

Di dalam ajaran Islam telah memberi aturan bagi seluruh umat manusia bagimana menjaga sikap, perbuatan, adab-adab, dan lain-lain. Semua telah direfleksikan melalui Rasulullah melalui hadits, yang bersumber dari Al-quran maupun petunjuk dari Allah SWT. Dari bangun, makan, minum, bekerja,bergaul, bermasyarakat, dan lain-lain hingga tidur bahkan hingga meninggal maupun bagi kita yang hidup terhadap orang yang telah meninggal sekian lama pun ada diatur di dalam ajaran Islam bagaimana kita menyikapinya.

 

Ajaran Islam mengajarkan kita untuk selalu mengingat Sang Pencipta dalam berbagai kegiatan. Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai do’a yang merefleksikan penyerahan diri kita terhadap kekuasaan Allah SWT bahwa apapun perbuatan yang kita lakukan semua itu dengan mengharapkan keridhaan Allah semata.

 

Adakalanya kita sebagai manusia memiliki banyak keterbatasan. Meskipun telah kita biasakan berdo’a atau membaca Basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim), tetap saja kita pernah lupa menyebut nama-Nya. Dan terkadang sebagian besar dari kita yang terus saja melaksanakan tindakan tersebut tanpa menyebut nama-Nya karena menganggap sudah terlanjur dan hampir selesai, merasa tanggung untuk membaca Basmalah.


Ketika saya belajar agama di Madrasah, masih ingat di ingatan saya, pada saat itu saya dan teman-teman pernah bertanya, "Pak ustadz, jika seandainya kami lupa untuk membaca do’a sebelum makan, sedangkan makanan tinggal sedikit, baru kami menyadari bahwa terlupa berdoà, apakah yang harus kami lakukan? Apakah kami harus membaca doà sebelum makan di saat itu? Apakah kami terus saja makan? Bukankah itu ketidaksengajaan?"


Pak Ustadz pun menjawab dengan tersenyum simpul "setiap perbuatan yang baik, harus diawali dengan do’a, terutama Basmalah. Jika ketika melakukan suatu hal, misalnya seperti yang kalian tanyakan tadi yaitu sedang makan, anak-anak sekalian terlupa berdo’a atau membaca basmalah, lalu kemudian menyadari kealpaan tersebut, maka bersegeralah istighfar, lalu bacalah; Bismillaah awwalahu wa aakhirahu, yang artinya ; Dengan Nama Allah Yang mengawali dan Mengakhiri.
Dan anak-anak sekalian dapat mengamalkan ini pada kegiatan apapun jika benar-benar terlupa membaca Basmallah di setiap kegiatan.


Hal di atas merupakan pelajaran yang masih saya ingat sampai sekarang, tapi meskipun begitu, akan lebih baik jika ada sumber lain yang lebih lengkap menjelaskan hal ini, karena bagaimanapun ketika itu saya masih kecil, tetap ada kesilapan atau kealpaan didalam menyerap pelajaran agama, dan akhirnya saya browsing di internet, dan mencari dasar yang lebih tepat, bukan hanya sekedar ingatan dari pelajaran ketika saya madrasah saja, dan akhirnya saya menemukan beberapa sumber yang menjelaskan detailnya sebagai berikut ;

 

Imam Nawawi berkata, “Jika seseorang meninggalkan membaca “bismillah” di awal karena sengaja, lupa, dipaksa, tidak mampu mengucapkannya karena suatu alasan, lalu ia bisa mengucapkan di tengah-tengah makannya, maka ia dianjurkan mengucapkan “Bismillaah awwalahu wa aakhirohu” (Al Adzkar, hal. 427, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah)


Selain itu masih ada beberapa hadits lain yang membicarakan masalah ini.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaah awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

Dalam lafazh lain disebutkan,


إِذَا أَكَلَ أَحَدكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّه ، فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّله فَلْيَقُلْ : بِسْمِ اللَّه فِي أَوَّله وَآخِره

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia ucapkan “Bismillah”. Jika ia lupa untuk menyebutnya, hendaklah ia mengucapkan: Bismillaah fii awwalihi wa aakhirihi (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Tirmidzi no. 1858, Abu Daud no. 3767 dan Ibnu Majah no. 3264. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini shahih).


Dari Umayyah bin Mihshon seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسَمِّ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلاَّ لُقْمَةٌ فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ فَضَحِكَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَ « مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اسْتَقَاءَ مَا فِى بَطْنِهِ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampernah duduk dan saat itu ada seseorang yang makan tanpa membaca bismillah hingga makanannya tersisa satu suapan. Ketika ia mengangkat suapan tersebtu ke mulutnya, ia mengucapkan, “Bismillah awwalahu wa akhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa dan beliau bersabda, “Setan terus makan bersamanya hingga. Ketika ia menyebut nama Allah (bismillah), setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Daud no. 3768, Ahmad 4: 336 dan An Nasai dalam Al Kubro 10113.

 

Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Al Hakim menshahihkan hadits ini dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Al Mutsanna bin ‘Abdurrahman mengatakan hadits ini hasan dan memiliki berbagai penguat. Lihat Majma’ Az Zawaid, 5: 22).


Hadits terakhir di atas menunjukkan bahwa setan itu berserikat pada makanan yang tidak disebut nama Allah (membaca: bismillah) saat dimakan. Lalu jika seseorang mengingat Allah (mengucap bismillah) di tengah-tengah makan walau makanan tersisa sedikit, maka diharamkan pada setan apa yang telah dimakan sebelumnya. Juga hadits di atas menunjukkan bahwa setan bisa muntah. Lihat Bahjatun Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly, 2: 48.


Hadits-hadits di atas pun jadi dalil bahwa jika seseorang lupa membaca Bismillah di awal makan dan baru teringat di tengah-tengah makan, maka ucapkanlah “bismillah awwalahu wa akhirohu” atau “bismillah fii awwalihi wa aakhirohu“.

 

Dan akhirnya penulis menyadari, bahwa selama kita melakukan perbuatan apapun yang baik, tidak akan ada kesia-siaan di dalam membaca do’a meski terlambat sekalipun. Dan sampai pada hadits yang terakhir di atas, penulis pun tersenyum dan menyadari bahwa di dalam makanan yang kita makan sungguh mendapatkan berkah dari Allah SWT meski kita terlambat membaca do’a, selalu ada solusi dari Rasulullah SAW. Semoga menjadi pengetahuan bermanfaat bagi kita semua. (Adr)


Artikel Terkait

1 Komentar :

Sarip Hidayat [17 April 2016 - 11:25:46 WIB]
"terima kasih atas artikelnya ... ini sangat bermanfaat terutama dalil-dalilnya sangat jelas.
"

Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)