Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI JADI KABUPATEN PELALAWAN KE - 20 PADA TANGGAL 12 OKTOBER 2019
  
 

Kalender

Sabar Jalan Menuju Kemudahan
Senin, 29 Desember 2014-11:38:03WIB
Kategori: Motivasi & Inspirasi - Dibaca: 1142 kali

Bismillahirrahmanirrahim....

Allah selalu memberikan kemudahan dari setiap kesulitan. Selalu memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan. Karena, setelah kehausan pasti akan ada air. Setelah musim semi akan datang musim penghujan.Itulah hikmah yang pasti terjadi.

Di dalam surat An- Nashr ayat 5-6, Dia telah menegaskan,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا                                                                                    

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An-Nashr: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا                                                                                     

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An-Nashr: 6).

Kemudahan ini Allah berikan untuk hamba-Nya sebagai rahmat yang tidak terhingga nilainya. Tanpa kesulitan, seseorang belum tentu menjadi kuat imannya. Tanpa kesulitan, belum tentu seseorang menjadi cerdas. Tanpa kesulitan, belum tentu pula seseorang bisa belajar tentang arti penderitaan dan kebahagiaan. Tanpa kesulitan, belum tentu seseorang mengerti akan kebesaran Allah SWT. Kesulitan adalah laksana pintu yang mesti kita buka dengan agar kita bisa memasuki sebuah ruang yang luas dan bisa mendapatkan isinya yang melimpah ruah. Dan, kunci pembukanya adalah kesabaran.

Ketahuilah bahwa hidup adalah merupakan perpindahan dari satu cobaan ke cobaan yang lain. Cobaan atau ujian tidak selalu identik dengan kesusahan, sakit, bangkrut, kemelaratan dll yang tidak menyenangkan hati, tapi cobaan bisa juga berupa kemudahan, kesuksesan, harta berlimpah, jabatan yang tinggi. Cobaan / Ujian bisa menjadi Musibah atau Nikmat tergantung cara kita menyikapi (menerima) kesusahan atau kemudahan itu. Hakikat musibah / bencana adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa menjauhkan kita dari Allah SWT , sedang hakikat Nikmat adalah segala sesuatu (baik kesusahan maupun kemudahan) yang bisa mendekatkan kita kepada Allah SWT.
Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa ketika turun surat An-Nashr ayat 5-6, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أبْشِرُوا أتاكُمُ اليُسْرُ، لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ                                                                                

Kabarkanlah bahwa akan datang pada kalian kemudahan. Karena satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”


            Allah punya caranya sendiri dalam memberikan kemudahan dan jalan keluar bagi setiap hambanya, baik berupa mukjizat, karomah, ma’unah, maupun cara-cara lainnya yang tidak terdefinisikan oleh kita. Allah akan mengabulkan permintaan kita jika kita berdoa. Allah akan mendekati kita, jika kita mendekatkan diri kepada-Nya. Allah akan menolong kita, jika kita berharap akan pertolongan-Nya. Akan ada seribu jalan keluar dari satu kesulitan yang diberikan untuk hamba-Nya yang bersabar.

Dalam menjalani kehidupan ini, sering kita dihadapkan pada kesulitan. Terkadang kesulitan itu amat berat sehingga membuat kita hampir putus asa. Namun, keimanan akan kuasa Allah Ta’ala yang tidak terhingga, menjadikan kita tetap bersabar dan memiliki harapan. Sesungguhnya alam semesta berada di bawah kuasa dan kendali Allah Ta’ala. Semuanya patuh kepada ketetapan dan kehendak-Nya. Tidak ada yang bisa bergerak atau bertingkah laku kecuali dengan daya, kekuatan, kehendak, dan izin-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Sebaliknya, yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan pernah terjadi.

Allah Mahakuasa melakukan apa saja. Dia mampu menjadikan segala kemudahan menjadi sesuatu yang sulit, juga sesuatu yang sulit menjadi mudah. Tidak ada yang susah bagi-Nya, karena Dia Mahakuasa atas segala-galanya. Karenanya ketika menghadapi kesulitan dan berbagai cobaan hidup kita tidak boleh putus asa. Masih ada Allah yang bisa kita minta dan mohon pertolongan-Nya. Maka kita diperintahkan untuk berdoa saat mengalami kesulitan,

           اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

 Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.

Tawakkal Jadi Sebab Utama Keluar dari Kesempitan

Di awal-awal kesulitan, kadang belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian? Karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu pasrah. Hati pun menyerahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan. Itulah hakekat tawakkal. Tawakkal dengan bersandarnya hati pada Allah-lah, itulah sebab semakin mudahnya mendapatkan jalan keluar dari kesulitan yang ada.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata,

“Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba jadi putus asa.

Demikianlah keadaan hamba ketika tidak bisa keluar dari kesulitan. Ketika itu, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Akhirnya, ia pun bertawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3)”

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.

Beliau bersabda, Dikatakan pada saat itu,

 “Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga. Maka Syetan menjauh darinya sehingga syetan yang lain berkata kepadanya,(HR.BUKHARI)

Dari Anas bin Malik berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, apabila menghadapi suatu masalah, beliau berdoa,

”Wahai Yang Maha Hidup Kekal, Yang terus menerus mengurus ( mahluk-Nya ), hanya dengan rahmat-Mu saja, saya meminta pertolongan.” (HR. al-Tirmidzi).

Butuh Adanya Kesabaran

Setelah kita mengetahui berita gembira bagi orang yang mendapat kesulitan dan kesempitan yaitu akan semakin dekat datangnya kemudahan, maka sikap yang wajib kita miliki ketika itu adalah bersabar dan terus bersabar. Artinya, ketika sulit, hati dan lisan tidak berkeluh kesah, begitu pula anggota badan menahan diri dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju sebagai tanda tidak ridho dengan ketentuan Allah. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah. Imam Asy Syafi’i pernah berkata dalam bait syair,

صَبرا جَميلا ما أقرَبَ الفَرجا … مَن رَاقَب الله في الأمور نَجَا …

مَن صَدَق الله لَم يَنَلْه أذَى … وَمَن رَجَاه يَكون حَيثُ رَجَا …

Bersabarlah yang baik, maka niscaya kelapangan itu begitu dekat.

Barangsiapa yang mendekatkan diri pada Allah untuk lepas dari kesulitan, maka ia pasti akan selamat.

Barangsiapa yang begitu yakin dengan Allah, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan.

Barangsiapa yang selalu berharap pada-Nya, maka Allah pasti akan memberi pertolongan.

Ketika Kehilangan / Mendapatkan Musibah

Segala sesuatu itu datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Rasa kehilangan itu akan semakin menjadi beban dan menyempitkan hati manakala manusia tidak menyadari bahwa segala sesuatu itu akan kembali kepada-Nya.

Manusia boleh berusaha, dengan segenap kemampuannya, untuk meraih impian dan cita-citanya, untuk tetap bertahan dan memiliki segala sesuatu yang telah menjadi miliknya. Namun, pemilik yang sejati, bahkan yang berhak atas diri kita adalah Allah semata. Jika Dia sudah berkehendak, maka itulah yang terbaik bagi kehidupan.

Seseorang yang kehilangan hartanya sehingga kemudian ia menjadi sangat berduka, berarti ia belum menyadari bahwa karunia Allah itu meliputi semua yang ada di langit dan di bumi, Allah Maha Kaya. Seseorang yang kehilangan/berpisah dengan orang yang disayanginya sehingga rasa kehilangan itu benar-benar menyempitkan dadanya, bisa jadi di mata Allah ia dianggap belum bisa merawat/menjaga/memperlakukannya dengan baik, bisa jadi pula di mata-Nya kebersamaan itu akan lebih besar mudhorotnya dibandingkan manfaatnya, bisa jadi pula kepergian orang tersebut akan mendatangkan kebaikan bagi salah satu atau kedua belah pihak.

“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kami lah kamu akan dikembalikan. ” QS. Al-Anbiya` (21), Ayat 35

Dan beruntunglah orang-orang yang bersabar atas musibah kehilangan yang menimpa dirinya, karena dengan adanya kehilangan itu, sesungguhnya Dia telah mempersiapkan pengganti yang lebih baik dari apa yang telah berlalu darinya. Sesungguhnya, musibah kehilangan yang paling besar adalah bila di dalam hati manusia itu telah kehilangan cahaya (hidayah) dari-Nya.

Penutup

Ketika kita terkena masalah dan cobaan, itu merupakan suatu proses pengurangan / pengguguran dosa. Semakin besar masalah yang di hadapi semakin besar pula pahala yang di terima.

Sabar itu seperti namanya, pahit rasanya, namun akhirnya lebih manis dari pada madu.” ”Masalah dan cobaan adalah bagian dari penggugur dosa”

Dalam mutiara hadits di sebutkan :

 " Tidaklah seseorang merasakan sakit di hina atau tertusuk duri kecuali Allah menggugurkan dosanya, bagai gugurnya dedaunan"
                Semoga Allah senantiasa memudahkan kita meraih kelapangan dari kesempitan yang ada. Haruslah kita yakin badai pasti berlalu: “After a storm comes a calm”. Hanya Allah yang memberi taufik dan menjadikan kita sebagai manusia yang paling bersabar dalam menghadapi cobaan...amin...ya rabbal’alamiin...........

Artikel Terkait

1 Komentar :

Supangat [25 Maret 2015 - 09:24:25 WIB]
"hidup penuh dgn cobaan, ingat jgn sllu bersenang-senang ketahuilah setiap kebahagian anda akan mglami kesedihan, stiap perjumpaan psti akn ada prpisahan, stiap awal pasti ada akhir, dan kita dsuruh hanya untuk brsabar, insyaallah kita dberi kemudahan..amiin..
"

Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)