Banner_BKP2D_2017.jpg Selamat_Hari_Raya1440h.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Tips Menyusui Bagi Wanita Bekerja
Selasa, 18 Maret 2014-11:38:54WIB
Kategori: Pengetahuan - Dibaca: 1473 kali

Foto Artikel

Menyusui merupakan hak setiap ibu, termasuk ibu bekerja. Ibu bekerja bukanlah hambatan dalam memberikan ASI eksklusif. Menyusui juga membantu ibu dan bayi membentuk ikatan tali kasih yang kuat. Pengetahuan ibu yang baik mengenai ASI dan bekerja, persiapan ibu yang baik menjelang dan saat bekerja, pengetahuan mengenai memerah ASI, penyimpanan dan pemberiannya, dukungan keluarga serta dukungan tempat kerja memberikan dampak yang besar bagi keberhasilan ibu menyusui. Paramedis dan dokter anak pada khususnya wajib memberikan informasi yang benar mengenai ibu bekerja dan menyusui.

Keberhasilan dalam memberikan ASI eksklusif pada ibu bekerja sangat tergantung dari lingkungan terutama dukungan dari suami, anggota keluarga lain, rekan sekerja dan komunitas sehingga ibu dapat dengan nyaman memberikan ASI serta mengasuh anaknya sambil bekerja. Memberikan ASI bukanlah semata-mata masalah ibu seorang diri melainkan juga masalah keluarga dan masyarakat.
Selama ibu bekerja

Lakukan dengan rutin hal-hal yang dirasakan mendukung kegiatan menyusui seperti pada waktu menjelang bekerja ditambah dengan beberapa hal berikut:

  • Berusaha agar pertama kali kembali bekerja pada – akhir pekan sehingga hari kerja ibu pendek dan ibu dapat lebih menyesuaikan diri
  • Berusaha agar tidak menumpuk pekerjaan sehingga ibu tidak stres
  • Berusaha untuk istirahat cukup, minum cukup serta mengkonsumsi makanan bergizi
  • Menyusui bayi di pagi hari sebelum meninggalkan bayi ke tempat kerja dan pada saat pulang kerja
  • Menyusui bayi lebih sering di sore/malam hari dan pada hari libur agar produksi ASI lebih lancar serta hubungan ibu-bayi menjadi lebih dekat
  • Mempersiapkan persediaan ASI perah di lemari es selama ibu bekerja
  • Berusaha agar dapat memerah ASI setiap 3 jam selama ibu bekerja
  • Bila tidak ada pompa/pemerah ASI di tempat kerja, siapkan pompa/pemeras ASI, wadah penyimpan ASI dan pendinginnya sebelum pergi bekerja.
  • Memerah ASI di ruangan yang nyaman sambil memandang foto bayi atau mendengarkan rekaman tangis bayi
  • Mendiskusikan masalah yang dialami dengan ibu bekerja lainnya atau dengan atasan agar dapat mencari jalan keluar

Sebelum memerah selalu jangan dilupakan untuk mencuci tangan dengan baik dan menyiapkan wadah untuk menampung ASI hasil perahan. Wadah tersebut sebelumnya sudah dicuci dengan air panas mengandung sabun dan telah dibilas.

ASI perah dibagi dan disimpan dalam jumlah yang lebih sedikit (60-120 mL) sehingga tidak perlu membuang ASI yang tidak dihabiskan. Jumlah ASI yang diberikan disesuaikan dengan usia bayi, semakin besar jumlah yang diberikan setiap kali minum, tapi sebaiknya juga persediaan ASI ekstra.

ASI perah yang dikeluarkan dalam hari yang sama dapat digabung menjadi satu. Caranya adalah dengan mendinginkan ASI yang baru diperah minimal 1 jam dalam lemari es/kulkas kemudian dapat ditambahkan ke dalam ASI sebelumnya yang sudah didinginkan dalam wadah. Jangan menambahkan ASI yang hangat kedalam ASI yang sudah dibekukan.

ASI yang diperah pada hari yang berbeda disimpan dalam wadah yang berbeda. Jangan mengisi penuh wadah dengan ASI karena saat ASI yang sudah beku dapat mengembang.
Setelah itu beri label tahan air pada wadah ASI dengan menuliskan tanggal ASI diperah dan nama anak (bila akan dititipkan di tempat penitipan).

Saat penyimpanan ASI akan terpisah kandungannya, karena tidak homogen. Lapisan atas yang mengandung krim akan lebih berwarna putih dan lebih kental sebelum diberikan pada bayi, kocok dengan lembut wadah yang berisi ASI sampai tercampur rata. Jangan mengocok dengan kuat.

Warna ASI bisa berbeda setiap harinya tergantung dari diet ibu. ASI dapat terlihat kebiruan, kekuningan atau kecoklatan. ASI yang dibekukan juga mempunyai bau yang berbeda dari ASI segar. Tidak ada alasan membuang ASI selama bayi masih mau meminumnya.
Bagi ibu bekerja, untuk selalu menjaga kuantitas ASI yang keluar. Hal ini dapat dilakukan dengan rutin mengeluarkannya. Jika tidak, lama-kelamaan produksi ASI akan berkurang. Selain itu, ASI yang seharusnya keluar tetapi tidak dikeluarkan akan menggumpal dan membuat payudara sakit dan terasa kaku

Saat pulang bekerja, ada baiknya ibu selalu memberikan pelukan pada bayi. Ini dapat meningkatkan psikologis anak setelah seharian tidak merasakan sentuhan dari ibunya.
Lebih baik setiap sudah pulang, segera peluk bayi. Usahakan tetap lakukan dekapan ini hingga bayi tertidur. Walaupun ibu bekerja, namun ibu memiliki hak untuk mengetahui secara langsung dan pasti keadaan bayinya dan bayi juga memiliki hak untuk merasakan ASI langsung. (Wnd)


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)