Banner_BKP2D_2017.jpg Selamat_Hari_Raya1440h.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Menumbuhkembangkan Disiplin Kerja
Jumat, 14 Februari 2014-16:57:14WIB
Kategori: Motivasi & Inspirasi - Dibaca: 1674 kali

Disiplin merupakan sikap taat dan patuh dari dalam diri sendiri untuk mentaati peraturan, ketentuan ataupun tata tertib yang dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Sikap ini berlaku terus-menerus (intens) dan konsisten pada individu yang melakukannya.

Sedangkan pengertian disiplin kerja menurut Sastrohadiwiryo, “Disiplin kerja dapat didefinisikan sebagai suatu sikap menghormati,menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku,baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya”.

Sikap disiplin semestinya harus ditumbuhkembangkan sejak masih kecil. Jadi kita harus flashback ke masa kecil, kita dapat merenung dan bertanya kepada diri kita sendiri; apakah kita telah mendapatkan pelajaran disiplin sejak kecil?; Apakah sikap disiplin itu benar-benar kita terapkan sejak masa itu hingga sekarang?; Apakah ketika kita tidak melakukan sikap disiplin, kita mendapatkan punishment (hukuman) dari orang tua kita?; Apakah sikap disiplin yang telah dididik oleh orang tua kepada kita benar-benar kita aplikasikan kedalam kehidupan?; dan masih banyak lagi pertanyaan yang dapat kita renungkan mengenai sikap disiplin ini.

Pada dasarnya Orang Tua telah mengajarkan sikap disiplin dalam berbagai aspek kehidupan. Dimulai dari disiplin makan dan minum yang sejak dari balita hingga besar, disiplin beribadah,  disiplin belajar dengan cara disekolahkan, disiplin berpakaian, disiplin dalam menjaga kebersihan, disiplin waktu, dan lain-lain. Banyak sekali sikap disiplin yang telah diajarkan sejak kecil, akan tetapi mengapa sikap tersebut tidak sepenuhnya diterapkan hingga dewasa ketika telah bekerja.

Sebagian besar sikap disiplin yang telah diajarkan orang tua sejak kecil tersebut berkurang, karena  memiliki banyak sebab. Ada yang dikarenakan punishment yang diberi sang orang tua terlalu ringan, sehingga sang anak menganggap hal tersebut bukan masalah besar ketika ia langgar. Ada sebagian orang tua yang jenuh terus-terusan mengingatkan sang anak karena kesibukannya, sehingga sang anak kurang mendapatkan teguran. Ada juga karena sang anak memiliki watak keras kepala, dan orang tuanya tidak mau bersabar dalam memberikan pendidikan disiplin itu. Atau bisa saja karena kurangnya pengawasan sang orang tua atas pergaulan sang anak yang membuat perubahan sikap anaknya. Bahkan pubertas sang anak yang memotivasinya untuk tidak mau diatur lagi karena merasa sudah besar dan tidak perlu diatur lagi.

Sungguh suatu hal yang sangat positif bagi seseorang yang dapat menerapkan sikap disiplin didalam berbagai aspek kehidupan. Dan hendaknya dapat ia terapkan kepada lingkungan tempat tinggalnya apakah di lingkungan keluarga,  maupun di lingkungan kerjanya yang merupakan pembahasan pada artikel ini.

Didalam menjalankan roda pemerintahan, Kepala Negara membutuhkan aparat yang berkinerja baik dan berdisiplin didalam bekerja. Sehingga segala program yang diwacanakan oleh pemerintah dapat terlaksana dengan baik. Apabila aparatur pemerintah tidak disiplin, sudah tentu berpengaruh buruk terhadap kinerja pemerintah.

Menurut I.S. Levine ( I.S. Levine, Op. City, : 72.), tingkat disiplin kerja yaitu: “Apabila pegawai datang dengan teratur dan tepat waktu, apabila mereka berpakaian serba baik dan tepat pada pekerjaannya, apabila mereka mempergunakan bahan-bahan dan perlengkapan dengan hati-hati, apabila menghasilkan jumlah dan cara kerja yang ditentukan oleh kantor atau perusahaan, dan selesai pada waktunya.”

Berdasarkan pada pengertian tersebut di atas, yang merupakan poin penting dalam disiplin kerja yaitu

1.    Disiplin waktu/jam kerja.
2.    Disiplin didalam berpakaian.
3.    Disiplin dalam menggunakan peralatan maupun perlengkapan kantor
4.    Disiplin dalam menerapkan sistem kerja yang telah ditentukan oleh atasan
5.    Disiplin dalam menghasilkan output yang diharapkan oleh instansi,
6.    Dll.

 

 


Poin disiplin kerja diatas merupakan refleksi kedisiplinan seseorang ketika bekerja dengan mentaati peraturan maupun perjanjian kerja sebagaimana mestinya. Apabila kita dapat mentaati peraturan maupun ketentuan yang telah ditetapkan tersebut akan terasa manfaatnya, terutama jika memiliki cita-cita untuk mencapai target yang diinginkan. Seorang yang memiliki cita-cita atau visi kedepan tentunya melakukan berbagai cara dalam pencapaiannya tersebut, tentunya cara yang dilakukan adalah cara-cara yang positif dan cukup fair.

Sebagai contoh, seorang pegawai yang ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik, tentunya ia melakukan langkah-langkah didalam pencapaiannya tersebut. Ia akan bekerja lebih praktis dan ekonomis agar tidak banyak waktu dan tenaga yang terbuang sehingga dapat pula mengerjakan pekerjaan lain secara maksimal. Lalu ia akan berusaha hadir kerja tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang ditentukan agar tidak terlambat dan dapat tenang didalam perjalanan ke tempat kerjanya. Ia pun akan menjaga penampilan dengan baik, karena penampilan yang baik dan rapi akan memberi pengaruh positif dalam menumbuhkan rasa percaya diri di dalam bekerja. Bahkan ia akan selalu berusaha melakukan pencapaian-pencapaian target kerja semaksimal mungkin. Dengan melakukan langkah-langkah yang diuraikan diatas, tentu ia akan mendapat kepercayaan lebih dari atasan. Bisa saja dengan mendapatkan bonus, atau gaji dinaikkan, bahkan mendapatkan jabatan yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Hal di atas sangat lumrah dan banyak terjadi di perusahaan swasta bahkan instansi pemerintah. Sugesti seseorang didalam pencapaian karir atau mengharapkan penghasilan yang lebih baik dengan langkah-langkah di atas akan berdampak segaris dengan karirnya kedepan dibandingkan pencapaian karir dengan cara-cara negatif, seperti menjilat (pandai mencari muka), menyalahkan orang lain atas kesalahannya sehingga ia selalu dipandang baik, mengandalkan orang besar di belakangnya, dan berbagai cara negatif lainnya. 

Bagi yang ingin menumbuhkan rasa disiplin di dalam dirinya , masing-masing individu memiliki kesungguhan untuk konsisten melakukan disiplin tersebut. Bagaimana seseorang bisa disiplin jika niat dan kesungguhan itu tidak ada. Untuk meningkatkan kedisiplinan itu perlu sejumlah langkah-langkah yang dapat dimulai dari berbagai aspek kehidupan. Tidak ada kata kata terlambat untuk belajar dan mengembangkan sikap disiplin tersebut. Berikut merupakan langkah-langkah didalam meningkatkan disiplin diri, apabila hal ini diaplikasikan akan berpengaruh terhadap disiplin kerja, diantaranya sebagai berikut:

1.    Tingkatkan Disiplin Beribadah
Ibadah merupakan kewajiban umat kepada Tuhannya. Disiplin beribadah dapat memotivasi seseorang bahwa ia selalu diawasi, kemanapun dan dimanapun ia berada. Seseorang yang merasa diawasi pasti mensugestikan diri untuk tidak melanggar aturan di dalam agama yang dianutnya.

2.    Jadikan disiplin itu sebagai rutinitas
Seperti penulis uraikan sebelumnya, Orang tua telah mengajarkan banyak hal tentang disiplin, yang sebagian besar sikap disiplin itu dilanggar karena individu itu tidak mau diatur atau tidak mau mengikuti aturan yang ada. Disiplin waktu ini terdapat di berbagai aspek, seperti disiplin membuang sampah, disiplin menata rumah, disiplin olah raga, disiplin makan, dan lain-lain. Seseorang akan lebih banyak mengalami kerugian karena tidak disiplin ini dibandingkan meraih keuntungannya. Contohnya disiplin makan, karena terlalu sibuk, seseorang mengabaikan makan yang merupakan kebutuhan pokok bagi tubuhnya. Karena tidak disiplin makan, ia pun mendapatkan penyakit (misal: maag) yang sebenarnya tidak diinginkan oleh siapapun.

3.    Konsisten di Dalam Menerapkan Disiplin
Penerapan disiplin diri memiliki sejumlah gangguan didalam konsistensinya. Baik dari pengaruh eksternal, maupun internal. “Musuh” terbesar dalam penerapan disiplin ini tentunya diri sendiri. Pengaruh dari luar tidak akan memberi banyak efek terhadap sikap kita apabila kita sanggup melawan pengaruh tersebut. Untuk itu belajar memberikan punishment atau hukuman pada diri sendiri apabila anda melanggar aturan anda sendiri. Jangan mentang-mentang aturan itu anda buat, anda sendiri yang melanggar.

4.    Mulai Dari Hal yang Sederhana
Banyak hal yang mungkin dianggap sepele, tapi memberi manfaat besar didalam kehidupan. Sebagai contoh, anda dapat melakukannya dengan cara membuat agenda kegiatan harian anda sehari-hari. Anda dapat membeli buku agenda tersedia di toko buku langganan anda. Isilah agenda tersebut dengan hal-hal penting yang terjadi selama anda bekerja. Bahkan apabila hari itu tidak ada kegiatan penting, anda dapat menulis kegiatan apa saja yang anda lakukan. Pada hari libur pun anda tetap mengisinya meskipun bukan urusan pekerjaan sekalipun. Sehingga agenda yang dimiliki dapat menjadi dokumentasi hal-hal terkecil di dalam hidup anda yang selain memiliki nilai historis, juga menjadi moment melatih sikap disiplin anda.

5.    Buat Target yang Ingin Dicapai Baik Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang
Seperti yang telah diuraikan di atas, apabila seseoran ingin mencapai sesuatu, harus diiringi dengan berbagai usaha demi mencapai tujuan tersebut, dengan catatan usaha-usaha tersebut harus dilakukan dengan cara yang positif. Jangan pernah mencurangi tujuan yang ingin anda gapai tersebut dengan cara-cara yang tidak terpuji yang justru akan menjatuhkan diri anda sendiri baik cepat atau lambat.

6.    Berusaha untuk Selalu Tepat Waktu
Disiplin waktu merupakan salah satu hal terpenting didalam kedisiplinan. Bukan hanya disiplin terhadap jam kerja atau kegiatan, termasuk juga didalamnya disiplin di dalam menjalankan rencana atau target yang ingin anda capai.

7.    Jangan campur adukkan disiplin dengan masalah pribadi
Terkadang di saat seseorang mengalami suatu masalah, akan sangat mempengaruhi kejiwaannya. Manusia sebagai mahluk sosial tentu memiliki interaksi yang kompleks, apakah itu keluarga, rekan kerja, dan juga masyarakat. Jangan sampai ketika menghadapi masalah mempengaruhi sikap hidup anda di dalam berdisiplin. Seandainya anda memiliki masalah pribadi, usahakan untuk menyelesaikan dengan kepala dingin, sekiranya masalah tersebut cukup berat, akan lebih baik anda minta izin untuk tidak masuk sehari kepada atasan untuk menyelesaikan permasalahan anda dibandingkan anda membiarkan masalah itu berlarut-larut yang justru mempengaruhi kinerja anda sendiri.

Masih banyak lagi hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan disiplin diri. Hal di atas merupakan poin-poin yang menurut penulis sebagai modal awal didalam peningkatan disiplin kerja, baik bagi PNS, pegawai swasta, wiraswasta, maupun yang belum bekerja. Yang ingin penulis tekankan disini ada keinginan untuk memulai, meskipun dari hal yang terkecil sekalipun.

Sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS yang mengatur kewajiban dan larangan bagi PNS, yang menjelaskan bahwa jika PNS yang tidak melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan maka terhadap PNS itu akan dikenakan sanksi hukuman disiplin. Tentunya hal ini merupakan ketentuan yang harus ditaati segenap PNS. Dan untuk meningkatkan kedisiplinan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pelalawan pun telah menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Peraturan Bupati Pelalawan Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Pembinaan dan Penegakan Disiplin Bagi PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Dengan adanya dasar dan aturan tersebut, tentunya kita berharap disiplin kerja PNS semakin meningkat, sehingga visi dan misi yang ingin dicapai akan dapat terealisasi kelak.

Dengan demikian, disiplin kerja merupakan tindakan nyata dari semua unsur yang ada di suatu instansi. Selain bermakna ketaatan, disiplin itu merupakan tanggung jawab yang dipercayakan kepada seseorang dari instansi tempat dia bekerja. Tanpa ada rasa tanggung jawab, disiplin kerja ini tentu tidak akan dapat tercapai dengan mudah. Untuk itu marilah kita introspeksi diri terhadap pekerjaan kita selama ini, apakah kita telah menerapkan sikap disiplin tersebut dengan baik? Apabila belum, mulailah dari saat ini juga, janganlah ditunda-tunda lagi. (Adr)


Artikel Terkait

1 Komentar :

Prediksi Bola [08 Oktober 2014 - 08:56:29 WIB]
"bagus artikelnya...
"

Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)