Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI JADI KABUPATEN PELALAWAN KE - 20 PADA TANGGAL 12 OKTOBER 2019
  
 

Kalender

Deteksi dan Antisipasi Kerusakan Hard Disk
Rabu, 18 Desember 2013-12:44:13WIB
Kategori: Teknologi - Dibaca: 1534 kali

Foto Artikel

Hard Disk adalah sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis yang merupakan media penting sebagai alat penyimpanan file atau dokumen pada komputer atau pun laptop. Pada awalnya kapasitas penyimpanan file pada hard disk terbilang cukup kecil, serta memiliki dimensi yang cukup besar. Hard Disk diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson pada tahun 1956. Hard Disk pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki (0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation per minute) dengan kapasitas penyimpanan 4,4 MB (Mega Byte).

Hard Disk zaman sekarang dimensinya semakin kecil, sudah ada yang hanya selebar 0,6 cm dengan kapasitas 750 GB (Giga Byte). Kapasitas terbesar Hard Disk saat ini sudah mencapai 3 TB (Tera Byte) dengan ukuran standar 3,5 inci. Bukan tidak mungkin ke depannya akan semakin kecil dimensinya dan semakin besar kapasitasnya.

Data yang disimpan dalam Hard Disk tidak akan hilang ketika tidak diberi tegangan listrik (non volatile). Dalam sebuah Hard Disk, biasanya terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang dapat ditampung.

Pada dasarnya Hard Disk tidak tahan guncangan, untuk itu Hard Disk diletakkan sedemikian rupa di dalam PC ataupun Laptop. Jadi bukan hal yang mustahil Hard Disk rusak karena PC atau laptop terjatuh. Selain karena guncangan atau benturan, Hard Disk dapat rusak oleh beberapa sebab, diantaranya:

          Power Supply yang tidak stabil

          Putusnya aliran listrik /mati lampu (tidak shut down sebagaimana mestinya)

          Suhu PC/Laptop yang sangat tinggi

          Terlalu sering menginstal ulang Operating System (OS) dan juga program

          Menggunakan PC/Laptop secara berlebihan, bahkan hampir  tidak dimatikan selama berhari-hari

          Terlalu sering meng-copy lalu men-delete file dalam ukuran besar

          Hard Disk terlalu sesak (penuh), terutama drive yang menjalankan OS

          Dll

Sebagian besar pengguna komputer maupun laptop mengkhawatirkan kerusakan Hard Disk dibandingkan komponen lainnya. Beberapa komponen seperti RAM, Processor, Compact Disc, Monitor, dll, meskipun harganya cukup mahal, dianggap tidak terlalu fatal, karena bukan sarana penyimpanan file layaknya Hard Disk.

Karena komputer maupun laptop merupakan sarana pekerjaan yang cukup sensitif terhadap sebab­sebab di atas, perlu juga kita perhatikan tanda-tanda kerusakan Hardisk sehingga kita dapat menyelamatkan data atau file yang terkandung di dalamnya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Tanda - tanda kerusakan hardisk diantaranya adalah sebagai berikut:

1.   Proses Loading Start ketika menghidupkan komputer terlalu lama hingga masuk ke menu windows

2.   Ketika komputer / laptop dioperasikan, menjadi terlalu lambat ketika akan mengeksekusi suatu command (perintah) dari user (pengguna) layaknya terkena virus, padahal antivirus selalu update dan ketika dipindai tidak ditemukan ancaman yang berarti.

3.     Proses Copy file terlalu lama, bahkan file berukuran kecil sekalipun.

4.  Hasil Copy mulai sering Corupt, dan tidak bisa dibaca di komputer lain, padahal pada awalnya file tersebut berjalan seperti biasa saja.

5.    Ketika mengoperasikan komputer, sering muncul suara seperti gesekan di daerah hardisk, semakin kuat suaranya, semakin cepat kemungkinan kerusakan hardisk tersebut.

6.  Pada menu BIOS, muncul informasi Hard Disk dalam keadaan Bad Sector, dan berisi informasi agar mengganti Hardisk

7.    Komputer terlalu sering hang tanpa sebab.

8.  Monitor mulai sering muncul blue screen (layar tampil berwarna biru dan berisi informasi adanya kerusakan)

 

Keadaan Bad Sector, masih ada langkah antisipasinya, yaitu dengan cara; pada Windows Explorer, pilih hard disk yang ingin dicek, di klik kanan, lalu pilih properties, pilih tools, dan klik Check now. Dalam laman Checking Disk, beri centang pada Automatically fix file system errors dan Scan for an attempt recovery of bad sectors.

Tetapi apabila keadaan tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap komputer, anda hares segera mem-back up data yang ada di komputer lain, dan juga bisa melalui Hard Disk external atau dalam bentuk CD / Flashdisk, atau bisa juga melalui media penyimpanan online. Jangan sampai muncul penyesalan ketika Hard Disk telah benar-benar rusak, padahal anda telah mengetahui tanda-tanda tersebut di atas.


Artikel Terkait

1 Komentar :

Pekak Tisya [06 April 2014 - 08:41:58 WIB]
"kok sama ya ,kpd temen temen yang ahli tlg bantu kita saring solusi menanggulangi kemungkinan kerusakan harddisk sy ,thank's
"

Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)