Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Memasuki Masa Pensiun, Jangan Sampai Terkena Post Power Syndrome
Senin, 22 Juli 2013-12:21:45WIB
Kategori: Pengetahuan - Dibaca: 3560 kali

Foto Artikel

Pernahkah anda mendengar istilah Post Power Syndrome? Istilah Post Power Syndrome  merupakan salah satu istilah dalam ilmu psikologi yang merupakan suatu gejala yang dialami oleh seseorang yang pernah mengalami masa keemasan / kesuksesan di dalam hidupnya.

 

Berdasarkan arti secara bahasa, post dapat diartikan pasca, power berarti kekuatan / kekuasaan, sedangkan Syndrome adalah gejala-gejala. Jadi dapat diartikan bahwa Post Power Syndrome adalah gejala yang muncul pasca masa kekuasaan. Atau lebih tepatnya suatu gejala kejiwaan yang kurang stabil yang cenderung muncul ketika seseorang turun dari jabatan yang dipegang sebelumnya. Selain itu hal ini juga terjadi pada saat seseorang itu baru saja kehilangan kekuasaan maupun kelebihan-kelebihan lainnya, baik karena pensiun, PHK, mutasi, kehilangan popularitas, atau karena sebab lainnya.

 

Pada saat tidak menjabat atau berkuasa dan tidak populer lagi, akan terlihat gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang kurang stabil yang biasanya bersifat negatif. Mereka kecewa terhadap tanggapan dunia luar, karena yang bersangkutan tidak lagi dihormati dan dipuja-puji seperti ketika masih berkuasa maupun saat memiliki kelebihan-kelebihan lainnya serta munculnya kekhawatiran memasuki masa tua dan persepsi yang menganggap diri semakin tua, merasa tidak dihargai, dan tidak memiliki kekuasaannya lagi. Pada intinya orang yang mengalami gejala psikologis seperti ini tidak bisa menerima kenyataan kalau jabatan atau pekerjaan yang pernah ia pegang di gantikan oleh orang lain.

 

Ada beberapa tanda-tanda atau gejala yang cenderung muncul kepada orang yang mengalami Post Power Syndrome, diantaranya: Kurang bersemangat, ada yang mudah marah terhadap hal-hal sepele, ada yang semakin tidak suka dibantah, ada yang apabila bercanda tertawanya berlebihan, ada yang pemurung dan mudah bersedih hati,  ada yang menjadi pendiam, ada yang suka memamerkan kehebatan dan penghargaan atas yang ia dapatkan di masa lalunya, dan lain-lain.

 

Bagi seseorang yang akan memasuki masa pensiun, Post Power Syndrome seringkali terjadi. Rasa khawatir menghadapi dunia luar setelah pensiun tersebut adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi. Akan tetapi akan lebih baik lagi jika memasuki masa pensiun, rasa kekhawatiran yang berlebihan jangan sampai terjadi. Karena dapat memberi dampak yang buruk bagi diri sendiri, keluarga, dan juga masyarakat.

 

Beberapa langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mencegah  terjadinya post power syndrome bagi seseorang yang akan pensiun adalah sebagai berikut :

 

1.      Anda harus menanamkan di dalam hati bahwa pensiun adalah sesuatu yang wajar yang merupakan seleksi alami, yang tua pada saatnya harus memberikan kepercayaan kepada yang lebih muda, sama seperti halnya orang sebelum anda yang telah pensiun lebih dulu yang anda gantikan tempatnya.

 

2.      Apabila anda memikirkan atau menkhawatirkan pengeluaran dan penghasilan anda di masa pensiun, maka anda mempersiapkan tabungan anda sebaik-baiknya, dan memikirkan rencana investasi jangka panjang dengan resiko yang kecil, karena pada prinsipnya suatu investasi pasti memiliki resiko. Untuk itu rencanakanlah dengan matang.

 

3.      Selalu berkomunikasi dan berhubungan baik dengan siapa saja tanpa memandang apakah itu atasan maupun bawahan. Sehingga ketika anda pensiun, jika anda memiliki kepribadian yang baik pasti anda tetap akan dihargai dengan baik, tapi jika anda memiliki kepribadian yang kurang baik, pasti siapapun acuh kepada anda, bahkan mensyukuri apabila anda tidak berada di lingkungan itu lagi.

 

4.     Jangan pernah membanggakan pekerjaan maupun jabatan yang anda pernah pegang secara berlebihan. Tanamkan prinsip bahwa segala yang anda raih, tidak akan selamanya anda miliki. Sehingga ketika anda pensiun, anda tidak akan terlalu merasa kehilangan atas pekerjaan tersebut.

 

Sedangkan ketika telah pensiun, anda dapat melakukan berbagai aktivitas untuk mengisi waktu anda sehari-hari. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan setelah pensiun yang tidak dapat dilakukan secara maksimal selama anda masih bekerja di suatu instansi. Anda dapat mengintensifkan kegiatan olah raga untuk menjaga kesehatan, bersosialisasi dengan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial, maupun organisasi keagamaan.

 

Selain berbagai aktivitas yang telah disampaikan di atas, anda pun memiliki waktu yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Anda dapat memperdalam ilmu agama lebih intensif dan dapat berkonsentrasi ibadah dengan baik. Selama anda masih bekerja, mungkin aktivitas ibadah lebih fokus kepada hal yang wajib dilaksanakan saja. Sedangkan ibadah lain yang sifatnya tidak wajib (sunnah) tidak terlalu fokus. Sehingga masa pensiun dapat membuat anda semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. (adr)


Artikel Terkait

2 Komentar :

 [14 Maret 2014 - 09:51:27 WIB]
" Trmks sy download artikel ini sbg bacaan yg sangat bermanfaat .Memang pensiun hati harus benar dipersiapkan "
Top Toys 2014 [03 Juli 2014 - 11:52:21 WIB]
"artikel yang menarik. Jadi ngerti ttg permasalahan dalam pensiun
"

Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)