Banner_BKP2D_2017.jpg Selamat_Hari_Raya1440h.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H / 2019 M
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 
 

Kalender

Waspadai Penipuan Berkedok BKD Pelalawan
Kamis, 11 Juli 2013-08:48:43WIB
Kategori: Pengetahuan - Dibaca: 1179 kali

Foto Artikel

Tak dapat dipungkiri, bahwa tindak penipuan sangat marak di dalam masyarakat kita. Sudah sangat banyak korban penipuan mengalami kerugian baik moril maupun materiil. Bahkan kerugian materiil pun dalam jumlah yang tidak sedikit. Tidak peduli kalangan ekonomi menengah ke bawah, maupun ke atas, atau pun kalangan berpendidikan sekalipun tak luput dari kejahatan ini.

Meski kita sudah mengantisipasi untuk terhindar dari kejahatan ini, oknum pelaku tetap saja memiliki seribu satu macam cara agar tindakannya terlaksana. Media informasi dan telekomunikasi pun dapat menjadi sarana bagi mereka untuk memudahkan penipuan itu. Baik itu media koran / majalah (melalui iklan dengan berbagai kedok),  televisi, internet, telepon atau handphone, dan lain-lain.

Belum lama ini, beredar berita tentang tindak penipuan penerimaan lowongan kerja di PT. PERTAMINA (Persero) melalui salah satu situs internet yang cukup terkenal di tanah air. Hal ini mestinya menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa penipuan dapat dilakukan dimanapun, kapanpun, dan melalui media apapun. Dan kita mesti waspada, karena bukan tidak mungkin kita akan atau hampir menjadi korban berikutnya.

Seperti halnya contoh di atas, penipuan mengatasnamakan instansi Pemerintah pun tak luput dari kejahatan ini. Apabila pembaca pernah memantau berita di beberapa media cetak dan elektronik, pasti pernah menemukan berita penipuan yang mencatut instansi BKD Kabupaten Pelalawan. Pelaku tak jarang mengaku sebagai salah satu staff, Kasubbid, Kabid, Sekretaris, bahkan Kepala BKD pun acap kali dicatut guna memuluskan penipuan yang dilakukannya.

Kasus penipuan seringkali yang berhubungan tentang penerimaan Pegawai Negeri Sipil. Tak hanya itu, penipuan pengangkatan pegawai honorer juga menjadi lahan empuk bagi mereka. Yang memprihatinkan, korban penipuan berdomisili cukup jauh dari BKD, sehingga menyulitkan mereka untuk konfirmasi kebenaran dari informasi yang mereka terima tersebut.

Modus yang belum lama ini terjadi adalah tentang pengangkatan pegawai honorer Kategori I dan Kategori II. Pelaku menelepon korban dengan mengaku sebagai PNS yang bekerja di BKD Pelalawan dengan menyebutkan nama lengkap dengan titel dan jabatannya. Seringkali pelaku menggunakan identitas salah satu nama PNS yang memang bekerja di BKD Pelalawan, tapi ada juga yang mengaku dengan identitas yang sama sekali bukan PNS di instansi ini.

Pelaku acap kali memulai pembicaraan bahwa korban memiliki kemungkinan untuk diangkat menjadi PNS dengan persyaratan tertentu. Selain persyaratan standar yang harus dikumpulkan, seperti foto, surat lamaran, surat pernyataan, SKCK, dan berbagai persyaratan lain, pelaku pun akan menyampaikan kepada korban agar menyiapkan biaya tambahan untuk dibayarkan kepada pelaku. Biaya yang diminta pun tidak sedikit, hingga puluhan juta pun menjadi “persyaratan wajib”. Korban akan diperingatkan, apabila tidak segera disetor, korban dipastikan gagal untuk diangkat menjadi PNS. Sang korban yang sudah cukup lama menanti untuk segera diangkat, dalam keadaan panik dan menginginkan menjadi PNS dipermudah, akhirnya terpedaya dan mengirimkan uang ke nomor rekening yang sudah disampaikan oleh pelaku. Untuk semakin meyakinkan korban, pelaku bahkan mengarahkan korban agar menemui Kepala BKD keesokan harinya dengan membawa struk transaksi yang berisi nominal setoran ke nomor rekening yang disampaikannya tadi.

Dan keesokan hari setelah transaksi terlaksana, korban yang akhirnya menemui Kepala BKD untuk konfirmasi, akhirnya menyadari bahwa ia telah ditipu. Ada yang panik tak tentu arah, ada yang duduk termenung seribu bahasa, ada yang menangis menyesali nasib karena uang yang dikirim adalah hasil pinjam ke sana ke mari. Berbagai ekspresi kekecewaan terlihat nyata, yang membuat iba siapapun yang melihatnya.

Setelah melihat kejadian di atas, mestinya kita harus semakin waspada dan mempersiapkan diri agar jangan sampai menjadi korban-korban berikutnya.

Berikut penulis sampaikan beberapa hal yang dapat membantu kita semua terhindar dari penipuan berkedok BKD Pelalawan;

  • Pastikan anda mendapatkan informasi dari sumber yang dipercaya

Informasi bisa didapat melalui media cetak terpercaya berupa berita resmi. Contohnya koran yang memuat informasi sejumlah persyaratan yang masuk akal, dan tidak memberikan janji yang muluk-muluk.

Tentunya anda pun dapat mengakses situs www.bkd.pelalawankab.go.id yang merupakan wadah informasi resmi dari BKD Kabupaten Pelalawan.

  • Waspada terhadap informasi via telepon

Apabila anda dihubungi via telepon, anda harus waspada terhadap informasi yang diterima. BKD dalam beberapa hal memang menghubungi via telepon untuk hal-hal tertentu, seperti urusan kepegawaian, pendataan, kelengkapan administrasi, kepangkatan, pensiun, termasuk juga masalah pengangkatan dan penerimaan CPNS. Tapi BKD memastikan “tidak pernah” memberi iming-iming penerimaan CPNS sistem kilat dengan membayar sejumlah uang kepada oknum tertentu

  • Konfirmasi langsung ke Kantor BKD Pelalawan

Hal ini merupakan tindakan terbaik bagi anda untuk terhindar dari penipuan. Anda jangan merasa ragu atau malu untuk bertanya kepada pihak BKD Pelalawan. Karena merupakan kewajiban BKD Pelalawan untuk memberikan informasi benar kepada anda. Sehingga anda tidak salah langkah kedepannya.

Semoga poin-poin di atas dapat memberi kejelasan kepada pembaca. Sehingga jangan sampai anda menjadi korban yang berikutnya. (adr)
Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)