Banner_BKP2D_2017.jpg Banner_Dirgahayu_RI_Ke-74.jpg




Sekilas Info

 
BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PELALAWAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI JADI KABUPATEN PELALAWAN KE - 20 PADA TANGGAL 12 OKTOBER 2019
  
 

Kalender

Outbound Sebagai Sarana Peningkatan Kinerja
Selasa, 02 Juli 2013-13:17:43WIB
Kategori: Motivasi & Inspirasi - Dibaca: 3045 kali

Outbound merupakan salah satu kegiatan yang tak terpisahkan di setiap Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan, yang merupakan agenda tetap yang diadakan oleh BKD Pelalawan. Tapi tahukah anda sejarah dan manfaat outbound itu sendiri?

 

Sebagian orang beranggapan bahwa kegiatan ini merupakan permainan untuk mengisi waktu kosong saja. Padahal outbound memiliki banyak manfaat yang berguna bagi setiap individu maupun berkelompok. Outbound menjadi sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas.

 

Kegiatan outbound pertama kali di dunia ini dibangun oleh seorang tokoh pendidikan berkebangsaan Jerman bernama Dr. Kurt Martin Hahn. Ia mendirikan lembaga pendidikan dengan memakai nama Outward Bound yang terletak di Aberdovey, Wales, pada tahun 1941, yang bertujuan untuk melatih fisik dan terutama mental para pelaut muda, terutama guna menghadapi ganasnya pelayaran di lautan Atlantik pada saat berkecamuknya Perang Dunia II. Hahn mengkombinasikan berbagai pelatihan yang difokuskan pada kegiatan mountaineering (mendaki gunung) dan petualangan laut sebagai medianya.

 

Seiring perjalanan waktu, jenis outbound semakin bervariasi dan menarik bagi yang pesertanya. Outbound sendiri menjadi ajang pelatihan yang menyenangkan bagi yang mengikutinya. Setelah ditelaah, outbound tidak hanya mengefektifkan pencapaian materi belajar namun juga mengembangkan berbagai karakter yang diharapkan muncul dalam proses outbound itu sendiri.

 

Outbound dilakukan di alam terbuka (outdoor), tapi dapat juga dilakukan di dalam ruangan (indoor) apabila keadaan alam/cuaca tidak memungkinkan peserta untuk mengikutinya, dengan melakukan beberapa simulasi permainan baik secara individu maupun perkelompok. Permainan (games) yang dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan dan kriteria pesertanya. Karena games outbound ini dapat kita bagi kepada 3 kriteria, yaitu; games yang banyak menggunakan kekuatan fisik/stamina (seperti flying fox, rafting, paint ball, dll); games yang difokuskan kepada kemampuan analisa/pemikiran (teka-teki, pemecahan masalah, dll); dan games yang mengkombinasikan kedua hal tersebut di atas.

 

Games outbound yang sering diadakan BKD Pelalawan cenderung menggunakan kombinasi antara kemampuan fisik dan kemampuan analisa peserta outbound itu sendiri. Panitia yang mengadakan kegiatan ini selalu memperhatikan aspek kekuatan fisik, dan kesehatan peserta. Mengingat kegiatan outbound juga menggunakan kekuatan fisik, panitia pun selalu memantau kemampuan peserta dan juga menyediakan tenaga kesehatan di area outbound untuk memastikan peserta dalam kondisi fisik yang baik dalam kegiatan ini.

 

Untuk setiap jenis permainan, akan dilakukan evaluasi dari panitia. Evaluasi dari setiap permainan ini memiliki beberapa poin khusus yang menjadi analisa karakter peserta baik secara individu maupun berkelompok. Evaluasi tersebut biasanya berisi pertanyaan yaitu:

 

- Apakah peserta mengikuti instruksi dengan baik?

- Mampukah semua peserta melaksanakan tugasnya dengan baik ?

- Apabila terlaksana, apa yang menjadi kunci keberhasilan peserta?

- Apabila gagal, apa yang menjadi penyebab kegagalan itu ?

- Apa yang dirasakan peserta ketika gagal atau berhasil?

- Apa makna dari permainan tersebut?

 

Setelah semua tahap dilalui, instruktur akan melakukan evaluasi setiap games yang telah dilakukan peserta, lalu meyampaikan tujuan dan manfaat dari setiap games. Dan diharapkan kepada seluruh peserta untuk memahami tujuan dan manfaat dari games tersebut. Secara garis besar, tujuan dari outbound adalah;

 

  1. Pengembangan tim (tim building)
  2. Pengembangan kepemimpinan (leadership)
  3. Pengembangan tim (team building)
  4. Pengelolaan perubahan (managing change)
  5. Pengembangan budaya organisasi (culture development)
  6. Perencanaan strategis (strategic planning)
  7. Pengembangan diri (personal development)

 

Sedangkan manfaat yang dapat diambil dari outbound adalah :

 

  1. Meningkatkan kepercayaan diri
  2. Menumbuhkan rasa keberanian dan kesiapan mengambil resiko
  3. Menumbuhkan prinsip siap menang dan siap kalah di dalam suatu kompetisi
  4. Meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan
  5. Membangkitkan kepekaan dan saling pengertian antar kelompok
  6. Menumbuhkan motivasi dan berperan aktif peserta
  7. Menciptakan kebersamaan antar peserta di suatu kelompok
  8. Melatih setiap peserta untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan.
  9. Membuat peserta mampu menganasisis masalah serta menempatkan sumber daya manusia sesuai dengan potensi dan teknik yang dimilikinya
  10. dll.

Setelah melihat sejumlah manfaat di atas dapat disimpulan bahwa outbound sangat dibutuhkan oleh setiap orang, termasuk PNS. Di tengah kesibukan dunia kerja dan tingkat stres yang cukup tinggi, outbound dapat menjadi solusi penyegaran dan variasi pembelajaran kepemimpinan maupun kerjasama yang sangat efektif. dan akhirnya kinerja pegawai secara individu maupun tim di dalam pekerjaan diharapkan semakin meningkat.

 


Artikel Terkait

0 Komentar :


Tulis Komentar :
Nama
Email
Komentar
(Masukkan 6 kode diatas)